Malang, SeputarMalang.Com – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan pelatihan bagi pelaku ekspor di Malang dan sekitarnya. Hal ini dilakukan melalui kegiatan bertajuk Gerbang Ekspor UMKM Indonesia Berbasis Digital bersama Komodoin – Exim Bank pada Kamis (12/02/2026) di Gedung Malang Creative Center, Kota Malang.
Kegiatan yang menggandeng Madani Export Academy (MEA) dan Asia Small Business Federation (ASBF) area Malang Raya ini dihadiri oleh puluhan pengusaha yang rata-rata pelaku UMKM.
Iwan Wibowo yang menjabat Area Treasurer dari ASBF Malang Raya menyambut kedatangan para pelaku UMKM dengan sangat antusias dan salut atas semangat para pelaku UMKM untuk selalu belajar demi bisa menaikkan usahanya.
“Terima kasih kepada teman-teman pengusaha yang hadir di kegiatan kali ini. Acara ini kita wujudkan sebagai salah satu bentuk pendampingan ASBF kepada pelaku UMKM yang ingin bisa mengekspor produknya. Kami sangat mengapresiasi semangat Bapak dan Ibu sekalian. Semoga kegiatan kali ini menjadi jalan agar seluruh peserta bisa segera ekspor ke luar negeri,” ujar Iwan.
Yuli Andayani yang merupakan Direktur MEA dalam paparannya membangkitkan semangat para pelaku UMKM untuk tidak takut melakukan ekspor.
“Pengusaha yang berhasil melakukan ekspor tidak melihat pabriknya besar atau kecil. Karena hal tersebut bukan menjadi ukuran. Jadi bagi yang tempat produksi atau pabriknya masih kecil, jangan takut. Ayo kita lengkapi syarat produk dan dokumen yang baik agar bisa segera melakukan ekspor. Nanti kami dari MEA akan bantu,” ujar Yuli yang juga merupakan Chief Executive Area ASBF Malang Raya.
Prayudha yang merupakan perwakilan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau sering disebut sebagai Indonesia Eximbank menyatakan bahwa pemerintah melalui Eximbank bertujuan untuk meningkatkan nilai penjualan ekspor Indonesia.

“Eximbank memiliki keinginan untuk meningkatkan nilai ekspor dari pengusaha di Indonesia. Hal ini kami wujudkan dalam beberapa layanan untuk pelaku usaha ekspor. Salah satunya melalui aplikasi Komodoin, yang kami harapkan bisa menjadi Alibaba-nya Indonesia,” ujar pria yang menjabat Kepala Departemen Content and Growth Divisi Jasa Konsultasi ini.
Yudha juga menyatakan bahwa pemerintah melalui Eximbank memberikan bantuan finansial minimal lima ratus juta rupiah bagi pelaku ekspor. Namun tidak semua pelaku ekspor mendapatkan bantuan finansial.
“Untuk bantuan finansial hanya diberikan kepada pelaku ekspor yang sudah menjalankan ekspor selama dua tahun dan memenuhi persyaratan lainnya. Bagi yang belum dua tahun akan mendapatkan layanan non finansial. Hal ini dilakukan agar layanan finansial yang diberikan tepat sasaran,” ungkapnya.
Layanan finansial yang disiapkan oleh Eximbank berupa layanan pembiayaan, asuransi, dan pinjaman. Sedang layanan non finansial berupa jasa konsultasi.
Kenalkan Komodoin untuk Tingkatkan Literasi Ekspor
Yudha melanjutkan, “Melalui aplikasi Komodoin, pelaku usaha yang ingin melakukan ekspor atau bagi yang sudah pernah ekspor bisa meningkatkan pengetahuan tentang ekspor melalui materi-materi yang disediakan di aplikasi ini”.
Komodoin merupakan aplikasi bentukan Indonesia Eximbank yang berisi tidak hanya materi-materi eskpor tetapi juga terdapat marketplace produk ekspor. Dengan demikian, diharapkan para pengusaha yang tertarik untuk memperluas pasar ke luar negeri bisa mempersiapkan diri di aplikasi ini dan juga bisa menemukan pembeli untuk produk mereka.
Saat ini Komodoin bisa diakses oleh pengguna dengan membayar biaya tertentu sesuai paket yang dipilih. Namun khusus untuk peserta kegiatan ini mendapatkan gratis akses ke layanan pelatihan premium selama setahun.

Peserta kegiatan nampak sangat antusias saat Roedi Soedjoko dari Indonesia Eximbank memimpin sesi praktik pendaftaran dan penggunaan aplikasi. Dibantu oleh fasilitator-fasilitator dari ASBF Area Malang Raya dan MEA, Roedi memastikan setiap peserta bisa menjalankan aplikasi dengan baik di gawai masing-masing.
Salah seorang peserta, Fatimah, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Di acara ini kami bisa mendapatkan wawasan baru untuk kemungkinan menjajaki pasar ekspor bagi produk kami. Selain itu juga mendapatkan akses gratis ke Komodoin yang bisa digunakan untuk mempelajari dunia ekspor dengan lebih dalam,” ujar pengusaha wanita dari Pakis yang memiliki produk Goodway Kefir ini.
Sinergi MEA dan ASBF dalam Mengawal Peningkatan Ekspor UMKM
Kegiatan ini merupakan kolaborasi kedua antara MEA dan ASBF Area Malang. Kegiatan-kegiatan MEA yang merupakan lembaga pelatihan dan pendampingan ekspor sangat sejalan dengan misi ASBF Malang Raya yang ingin meningkatkan level pengusaha-pengusaha kecil dan mikro di Malang Raya. Kolaborasi pertama telah sukses dilakukan di akhir Desember 2025 lalu melalui kegiatan Kurasi Produk dan Persiapan Ekspor UMKM menuju ASBF Summit Bali 2026.










