Malang, SeputarMalang.Com – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 14 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang berhasil menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. pada Senin malam (19/01/2026). Kegiatan yang dipusatkan di musala Al-Hidayah RT 11, Desa Selorejo tersebut menghadirkan Ustaz Muhammad Shoniful Hadi, S.Pd., penceramah nasional yang dikenal sebagai alumni AKSI Indosiar 2022.
Mengangkat tema “Meneladani Ajaran Isra Mi’raj untuk Membentuk Generasi Berakhlak Mulia”, acara ini tidak hanya menjadi sarana penguatan nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi wadah mempererat hubungan antara mahasiswa KKNT dan masyarakat Desa Selorejo.
Dalam sambutannya, Ketua KKNT 14 UNIRA Malang, Muhammad Iklil Zamzami Fauzi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk lebih dekat dan menyatu dengan masyarakat setempat.
“Kehadiran kami di sini ingin belajar langsung dari masyarakat. Melalui peringatan Isra Mikraj, kami berharap silaturahmi antara mahasiswa KKNT UNIRA dan warga Desa Selorejo semakin erat, serta kita bisa bersama-sama memetik hikmah dari perjalanan suci Rasulullah,” ungkap Iklil.
Ustaz Muhammad Shoniful Hadi menyampaikan ceramah dengan gaya yang ringan, komunikatif, dan mudah diterima jamaah, namun tetap mengandung pesan mendalam. Ia membuka tausiah dengan ajakan untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan Rajab melalui memperbanyak istigfar dan selawat.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Shoniful menyoroti fenomena pergeseran budaya generasi muda yang dinilai lebih dekat dengan tren media sosial seperti TikTok dibandingkan dengan pemahaman terhadap identitas keislaman, salah satunya penanggalan Hijriah. Ia juga menjelaskan keterkaitan budaya Jawa dengan ajaran Islam, salah satunya melalui makna filosofis kue apem yang berasal dari kata Afwun sebagai simbol permohonan ampun.
Pesan yang paling menyentuh disampaikan ketika beliau membahas tentang salat. Ia menegaskan bahwa hubungan manusia dengan Allah sejatinya jauh lebih sederhana dibandingkan hubungan antar sesama.
“Salat itu sebenarnya mudah, manusianya sendiri yang sering mempersulit. Maka jangan pernah berhenti salat meski merasa masih suka bermaksiat, karena boleh jadi di salah satu salatmu, hidayah Allah itu turun,” tutur Ustaz Shoniful.
Meski sempat dihadapkan pada kendala cuaca, rangkaian acara tetap berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh banyak jamaah. Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Baihaqi, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya acara dengan lancar.
“Alhamdulillah, warga sangat antusias datang meski cuaca sore tadi sempat hujan. Acara berjalan dengan lancar dan kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat RT 11 Selorejo,” pungkas Baihaqi saat diwawancarai usai acara.
Acara peringatan Isra Mikraj tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Doa dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar seluruh jamaah senantiasa diberi keberkahan, keistikamahan dalam beribadah, serta keselamatan bagi masyarakat Desa Selorejo dan mahasiswa KKNT 14 UNIRA Malang selama menjalankan aktivitas dan pengabdian.










