Malang, SeputarMalang.Com – Pondok Pesantren (PP) An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar kegiatan Pelatihan Santripreneur Agro ,

Kegiatan yang dirancang bagai upaya membangun kemandirian ekonomi santri melalui penguatan keterampilan agribisnis dan kewirausahaan. Pelatihan berlangsung di PP An-Nur 1 Bululawang ini mengambil tajuk “Membanngun Kemandirian Sabtri Melalui Inovasi Pertanian dan Kewirausahaan”, Sabtu (23/5/2026)
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren tersebut diikuti para santri dengan antusias. Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam membekali santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Dr. Hj. Erna Faridhatul Ulfah, M.Si., menyampaikan bahwa program santripreneur menjadi langkah strategis untuk mencetak santri yang mandiri dan produktif.
“Lewat program santripreneur kami ingin membekali santri An-Nur 1 dengan keterampilan agrobisnis dan mindset kewirausahaan agar mandiri secara ekonomi. Santri sebagai generasi muda yang tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Umik Erna, sapaan akrabnya.
Masih menurut Umik Erna, sebagai bagian dari ikhtiar bersama dalam konteks pembangunan ekonomi berkelanjutan. Program ini menggadeng Unira Malang dalam kegiatan tridharma kampus.
Abdillah, dari LPPM Unira Malang dalam paparannya sangat mengapresiasi program yang digagas pihak PP. An-Nur 1 Bululawang, Bekal mindset pertanian dan kewirausahaan adalah bekal strategis bagi pribadi santri.
“Pertanian berkelanjutan saat ini menjadi sektor penting yang harus dikenalkan kepada generasi muda. Khususnya santri. Demikian juga tekait entrepreneurship, karena menjadi trigger dalam pertumbuhan ekonomi”, ungkap Abe sapaan karibnya.

Dalam paparannya Abe, motivasi kenapa harus mengambil peran entrepreneurship. Kemandirian, inovasi dan keberkahan adalah kunci Santripreneur sukses dan handal. Dan santri memiliki peluang besar menjadi agen perubahan dalam pengembangan pertanian yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi.
“kolaborasi dengan pesantren merupakan bagian dari pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi berbasis pesantren” imbuh Abe.
Dr. Astrid Ika Paramitha, MP., penemu genetik melon hitam, tim riset LPPM Unira Malang menambahkan bahwa melalui pelatihan Santripreneur Agro, peserta mendapatkan materi secara praktikal terkait pembibitan sampai perawatan tanaman melon.
“Hari ini santri mendapatkan praktik langsung mengenai teknik budidaya tanaman melon sebagai salah satu komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Meliputi proses pembibitan, pemilihan media tanam, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman agar mampu menghasilkan buah berkualitas baik dan memiliki daya jual tinggi,” tutur Acid sapaan akrabnya.
Ditambahkan Acid, hari ini juga diperkenalkan pada metode perawatan tanaman melon pada fase pertumbuhan dewasa, mulai dari pengaturan nutrisi, penyiraman, pemangkasan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
“Melalui praktik tersebut, para santri diharapkan mampu memahami proses budidaya secara menyeluruh sehingga dapat menjadi bekal keterampilan usaha pertanian mandiri berbasis pesantren” imbuh Acid.
Sebelum acara pelatihan, PP. An-Nur 1 Bululawang dan LPPM Unira teken Nota Kesepakatan terkait program Santripreneur Agro sebagai katalis tridharma dosen dan mahasiswa Unira Malang. [aud]









