Malang, SeputarMalang.Com – Dalam rangka untuk memperkuat daya dukung Program Prioritas dan Direktif Presiden RI, khususnya dalam lingkup Kementrian Kebudayaan RI, yaitu (1) Promosi Kebudayaan Melalui Media dan Edukasi; (2) Konten Budaya Digital yang Dikembangkan dan Dimanfaatkan; dan (3) Platform Distribusi dan Kerjasama Konten Budaya.
Serta dalam rangka inisiatif menggerakkan partisipasi publik dalam Perayaan HUT Kementrian Kebudayaan RI ke-2 tahun, HUT Propinsi Jatim ke081 tahun, HUT Kabupaten Malang ke-1266 tahun, Hari Pahlawan Nasional 2026, Hari Disabilitas Internasional, dan 21 Tahun Keris Diakui UNESCO, maka TosanAji.id berkolaborasi bersama Bakorwil III Malang, Yayasan Sekolah Budaya Tunggulwulung, Yayasan Lingkar Sosial (LINKSOS), dan Mitra Kerja lainnya, hendak menyelenggarakan Event Nasional IBU PERTIWI : NAWA BHUMI NITIMIRA. Yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 November 2026, di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang.

Salah satu kegiatan utamanya adalah Olimpiade Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia (OBASINDO). Yang dimotori oleh Yayasan Insan Mutia, TosanAji.id dan para pakar Edukasi dan Literasi Kebudayaan yang difasilitasi oleh Bakorwil III Malang. OBASINDO akan dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 18 November 2026, di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang. OBASINDO ini dilaksanakan untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat. Bisa diikuti oleh siswa SMP/sederajat yang berada di Wilayah Provinsi Jawa Timur.
“Dalam era kemajuan digital yang sangat pesat saat ini, urgensi Edukasi Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia, sangat penting untuk memperkuat jati diri bangsa, nation character building dan identitas nasional,” Ujar Asep Kusdinar, selaku Kepala Bakorwil III Malang, saat ditemui di kantornya pada hari Selasa (13/10/2026).
Asep Kusdinar juga menambahkan, bahwa OBASINDO juga diharapkan mampu memperkuat daya dukung edukasi hubungan internasional, termasuk diplomasi kebudayaan, serta mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan global ke depan. Oleh karena itu, Edukasi Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia, sangat penting untuk diberikan dan ditanamkan sejak usia dini. Terutama untuk memupuk dan menyuburkan rasa cinta kepada para leluhur, pahlawan, nilai-nilai perjuangan bangsa, tanah air, hingga memperkuat Bhinneka Tunggal Ika bagi seluruh Bangsa Indonesia.
Sementara itu, Tim Kerja TosanAji.id bersama Yayasan Insan Mutia, terus mematangkan persiapan, skema, sistem dan aplikasi untuk kesuksesan penyelenggaraan OBASINDO. Pada hari Selasa (13/10/2026), Tim Kerja melakukan rapat koordinasi finalisasi platform Olimpiade Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia (OBASINDO), di kantor Yayasan Insan Mutia, Kabupaten Malang.
“Edukasi Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia, diharapkan mampu mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, analitis dan evaluatif. Jadi, bukan hanya soal menghafal peristiwa sejarah, tangggal penting dan tokoh semata-mata,” Ungkap Muhammad Ali Yasin, selaku Ketua Yayasan Insan Mutia, yang sudah sukses menyelenggaran KMSI dan JSO, yang sudah dikurasi dan diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Ditambahkan juga oleh Muhammad Ali Yasin, bahwa Edukasi Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia yang disajikan dalam Platform OBASINDO, lebih mengutamakan pada pemahaman mendalam terhadap perjalanan sejarah, dinamika budaya dan nation character building, dalam kronika Bangsa Indonesia. Agar bisa lebih berdampak pada pola pikir (mindset), pola tindak/perilaku dan semangat nasionalisme bagi generasi muda sejak usia dini.
Sementara itu, Wahyu Eko Setiawan selaku CEO TosanAji.id menyampaikan bahwa Olimpiade Budaya, Sejarah dan Bahasa Indonesia (OBASINDO) sangat relevan dan urgen untuk bisa dikembangkan dan mendapatkan dukungan fasilitasi yang kuat dari Kementerian Kebudayaan RI. Termasuk sebagai upaya konkret dalam perwujudan nyata dari semangat Kebudayaan sebagai Soko Guru Bangsa Indonesia.
“Kami berinisiatif untuk memperkuat daya dukung Program Prioritas dan Direktif Presiden RI, khususnya dalam lingkup Kementerian Kebudayaan RI, yaitu Promosi Kebudayaan Melalui Media dan Edukasi, Konten Budaya Digital yang Dikembangkan dan Dimanfaatkan; serta Platform Distribusi dan Kerja Sama Konten Budaya. Inilah kenapa OBASINDO menjadi sangat urgen untuk dilaksanakan,” ungkap Wahyu Eko Setiawan, yang juga berprofesi sebagai Tenaga Ahli Digitalisasi Koleksi Pusaka, Benda Cagar Budaya dan Museum Digital bersama Tim Kerja TosanAji.id.










