Malang, SeputarMalang.Com – Turnamen Ramadan Malang City Football Academy (MCFA) 2026 Sesi 1 sukses digelar di Lapangan Luar Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu (21/2/2026) malam. Kompetisi yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.00 WIB tersebut menjadi pembuka dari rangkaian delapan sesi pertandingan yang direncanakan panitia tahun ini.
Secara keseluruhan, Turnamen Ramadan MCFA 2026 diikuti sekitar 18 tim dari kelompok usia 9 tahun (kelahiran 2017) hingga 13 tahun (kelahiran 2013). Pada sesi perdana, pertandingan mempertemukan kelompok usia 13 tahun yang diikuti lima tim unggulan Malang Raya, yakni DU’A FC, Jaguar Muda, Satria Muda, Persega Gadang, dan SDN Sumberejo.
Pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi, di mana setiap tim bertanding empat kali dalam satu sesi. Format laga menerapkan skema 7 lawan 7 dengan durasi 2 x 10 menit dan jeda water break selama tiga menit.
Ketua pelaksana sekaligus tokoh sepak bola senior Malang Raya, Muhlis Tajudin, menyebut turnamen ini menitikberatkan pada konsep sepak bola yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Turnamen Ramadan MCFA 2026 ini fokus pada sepak bola yang senang, sehat, dan menyenangkan, khususnya untuk memperkuat pembinaan sepak bola grassroots,” ujar Muhlis, yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh senior wasit nasional.

Menurutnya, Kota Malang memiliki banyak lapangan sepak bola yang dapat dioptimalkan untuk membangun ekosistem pembinaan usia dini secara lebih masif, terstruktur, dan sistematis. Ia berharap ke depan semakin banyak kompetisi serupa yang menjadi ruang progresif bagi perkembangan sepak bola usia dini di Malang Raya.

Turnamen ini dimonitor langsung oleh Muhlis Tajudin serta diawasi oleh Mellenia Dinda Saputri dan Bella Gabriella sebagai match commissioners, guna memastikan jalannya pertandingan tetap menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan rasa saling menghormati antar tim.

Mellenia Dinda Saputri menegaskan bahwa nilai utama yang dibangun dalam turnamen ini adalah semangat fair play dan respect.
“Fokus kami memperkuat semangat fair play, sportivitas, dan respect. Turnamen ini menjadi ajang bersenang-senang sekaligus mengasah kemampuan dan mental bertanding anak-anak,” ujar Mellenia, yang juga Manajer Sepak Bola Putri MCFA.
Ia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan sesi pertama tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Kepala Disporapar Kota Malang, tim medis Relawan Es Teh Anget, para pelatih dan ofisial tim, serta orang tua pemain.
“Ini merupakan hasil gotong royong bersama. Kesuksesannya adalah milik kita semua,” tambahnya.

Pada sesi pertama kelompok usia 13 tahun, DU’A FC keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Jaguar Muda, disusul Satria Muda di peringkat ketiga. Penghargaan Tim Fair Play diberikan kepada SDN Sumberejo, sementara Persega Gadang dinobatkan sebagai Tim Rising Star.
Turnamen Ramadan MCFA 2026 akan berlanjut pada sesi-sesi berikutnya dengan melibatkan kelompok usia lainnya sepanjang bulan Ramadan.










