PASURUAN, SeputarMalang.Com – Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengakibatkan bencana tanah longsor di jalur wisata Penanjakan, tepatnya di Bukit Kedaluh, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (25/2) pagi.
Insiden ini mengakibatkan akses utama wisatawan menuju titik pandang *sunrise* Penanjakan lumpuh total. Tidak hanya menutup badan jalan, material longsor berupa tanah dan bebatuan juga menimbun sedikitnya tujuh unit sepeda motor yang tengah terparkir di sekitar lokasi kejadian.
Penyebab dan Kronologi
Berdasarkan informasi yang dihimpun, longsor dipicu oleh hujan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Tosari sejak Selasa pagi hingga Rabu dini hari. Tebing di Bukit Kedaluh dengan dimensi panjang sekitar 20 meter dan tinggi 10 meter dilaporkan ambrol dan menutup seluruh akses jalan.
Selain di Bukit Kedaluh, titik longsor juga terpantau di Bukit Dingklik yang masih berada dalam kawasan TNBTS. Di lokasi tersebut, tebing sepanjang 10 meter dengan tinggi 5 meter mengalami luruh yang mengakibatkan material menutup bahu jalan dan menghambat pergerakan kendaraan.
Upaya Evakuasi
Hingga Rabu siang, petugas dari TNBTS bersama aparat Forkopimcam Kecamatan Tosari, perangkat desa, dan warga setempat terus bahu-membahu melakukan pembersihan material secara manual.
“Petugas sedang melaksanakan kegiatan evakuasi pohon-pohon yang tumbang termasuk longsoran-longsoran yang ada di sana,” ungkap laporan terkait situasi di lapangan.
Meski tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materiil akibat tertimbunnya tujuh sepeda motor serta terganggunya aktivitas wisata di jalur Wonokitri menjadi perhatian utama. Para wisatawan yang hendak menuju Bromo melalui jalur Pasuruan diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah pegunungan.
Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=r-yeR7duhSM










