Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran Indonesia

Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya

Sam Idoeb by Sam Idoeb
15 Februari 2026
A A
0
Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya
0
SHARES
64
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Malang, SeputarMalang.com – Para relawan pendamping pekerja migran yang pernah tergabung dalam Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Malang Raya menghadiri Diskusi Riset tentang Keluarga Migran Indonesia dan Program Pemberdayaan pada Sabtu (14/02/2026) di Universitas Brawijaya. Riset ini dikepalai oleh Shen Xin, dosen dan peneliti dari Institute of Political Science and National Governance, Central China Normal University, Wuhan, China.

Dalam undangannya kepada relawan pekerja migran, Shen Xin mengatakan bahwa sesi ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi mendalam mengenai pengalaman, tantangan, dan perspektif pekerja migran Indonesia beserta keluarganya, dengan fokus khusus pada program pemberdayaan berbasis komunitas di Indonesia.

Yin Kaijun yang mendampingi Shen Xin memimpin diskusi dengan memberikan pertanyaan kepada masing-masing relawan yang hadir. Pria yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mendalami peran masing-masing relawan dalam kaitannya dengan pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran di Malang Raya.

Abu Hanifah sebagai mantan Ketua Kawan PMI Malang Raya menyampaikan bahwa pemberdayaan purna PMI dan keluarga PMI dalam bidang ekonomi saat ini mayoritas masih mengandalkan pribadi masing-masing pelaku.

“Tergantung dari orangnya masing-masing. Beberapa ada yang membuka usaha atau aktivitas ekonomi. Kalau PMI masih di luar negeri, biasanya dikelola keluarga. Dananya dikirim. Namun memang ada yang berhasil dan ada yang tidak. Biasanya yang tidak berhasil usahanya, akan kembali lagi ke luar negeri,” ujarnya. “Kalau dari pemerintah saat ini bantuan pemberdayaan yang dikhususkan untuk pekerja migran masih sangat terbatas. Padahal pekerja migran Indonesia ini memberikan kontribusi yang sangat besar untuk devisa,” sambungnya lagi.

Sucipto yang merupakan mantan pengurus Kawan PMI Jawa Timur menambahkan bahwa permasalahan pekerja migran itu sangat rumit dan kompleks. Mulai saat persiapan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air.

Sucipto menjelaskan, “Hingga saat ini permasalahan pekerja migran atau buruh migran Indonesia masih sangat banyak. Khususnya bagi pekerja nonformal. Masalah itu ada saat di dalam negeri hingga luar negeri. Kawan PMI sebagai komunitas bentukan pemerintah hanya bisa membantu pekerja migran untuk masalah di dalam negeri. Itu pun dalam kapasitas yang terbatas, di mana maksimal hanya bisa melaporkan jika terjadi kasus. Karena itu kami juga bergerak dalam naungan organisasi LSM agar lebih bebas membantu kawan-kawan pekerja migran kita.”

“Kami sering mendapatkan informasi permasalahan yang melanda pekerja migran ini dari grup-grup WhatsApp, media sosial, dan laporan teman-teman PMI yang ada di luar negeri. Dalam penanganan kasus yang menimpa PMI kita, kami juga sering bekerja sama dengan organisasi relawan lainnya,” ungkap pria yang juga merupakan pengurus organisasi Pertakina ini.

Selain Abu Hanifah dan Sucipto, relawan yang hadir dalam diskusi kali ini adalah Budi Susilo, Agus Wibowo, dan Ninon Marlina. Diskusi berlangsung hangat sembari menikmati produk olahan kopi yang dibawa tim relawan sebagai salah satu contoh produk hasil pendampingan pemberdayaan UMKM pekerja migran.

Relasi antara pihak peneliti Central China Normal University dan relawan pekerja migran ini tidak bisa dilepaskan dari peran Ayu Kusumastuti, dosen Sosiologi Universitas Brawijaya yang ikut mendampingi tim peneliti selama berada di Kota Malang. Ayu menjadi penghubung bagi tim peneliti dan relawan, dan juga menyediakan lokasi diskusi di gedung A, lantai 3, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Sosiologi, Universitas Brawijaya.

Meski Kawan PMI di seluruh Indonesia sudah tidak dilanjutkan masa tugasnya, namun banyak dari relawan bekas Kawan PMI yang masih membantu permasalahan yang dialami oleh pekerja migran Indonesia. Hal ini didasarkan atas kepedulian terhadap sesama meski harus dilaksanakan dengan kemampuan seadanya dan dana swadaya. Relawan berharap pemerintah dapat terus meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi pekerja migran Indonesia dan juga menambah program-program pemberdayaan ekonomi bagi purna dan keluarga PMI.

Tags: Kawan PMI Malang RayaPekerja Migran Indonesia
SendShareShare
Sam Idoeb

Sam Idoeb

Dari Malang untuk Dunia!

Related Posts

Dok. SMC Pro
Kota Malang

IPHI Kota Malang Punya 27 Profesor, Apa Gebrakan Pengurus Barunya?

by Abe
24 September 2026
151
Seremonial Penutupan KKN-T 2026, Asta Pesona Desanesia
Berita Kampus

Penutupan KKN-T 2026 Unira Malang Hadirkan Festival Film Dokumenter Desa

by Kontributor
2 September 2026
54
Dok. Tim PKM Unira Malang
Berita Kampus

Unira Malang Dorong Petani Blitar Terapkan Zero Waste Farming Berbasis Melon

by Kontributor
19 Agustus 2026
35
Unira Malang Serahkan ISYARA, Media pembelajaran untuk Anak Tuli
Berita Kampus

Unira Malang Serahkan ISYARA, Media Pembelajaran Digital untuk Anak Tuli di RQST Malang

by Kontributor
16 Agustus 2026
385
Dok. Humas Unira Malang
Berita Kampus

Rektor Unira Berangkatkan Mahasiswa KKN Tematik 2026, Perkuat Ekosistem Delapan Desa Wisata Kabupaten Malang

by Kontributor
20 Juli 2026
38

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dok. SMCPro

Menyoal Bisnis Militer dan Supremasi Sipil

5 Oktober 2026
115
Dok. Bagana Banser Kab. Malang, Jawa Timur

Krisis Air Bersih, BAGANA Banser Kabupaten Malang Bantu Warga Desa Sidodadi

3 Oktober 2026
23
Dok. SMC Pro

IPHI Kota Malang Punya 27 Profesor, Apa Gebrakan Pengurus Barunya?

24 September 2026
151
Seremonial Penutupan KKN-T 2026, Asta Pesona Desanesia

Penutupan KKN-T 2026 Unira Malang Hadirkan Festival Film Dokumenter Desa

2 September 2026
54
Dok. SMC Pro

Bakorwil Malang Dorong Aksi Konvergensi untuk Perangi Stunting dari Hulu

1 September 2026
131

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema