Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran Indonesia

Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya

Sam Idoeb by Sam Idoeb
15 Februari 2026
A A
0
Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya
0
SHARES
17
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Malang, SeputarMalang.com – Para relawan pendamping pekerja migran yang pernah tergabung dalam Komunitas Relawan Pekerja Migran Indonesia (Kawan PMI) Malang Raya menghadiri Diskusi Riset tentang Keluarga Migran Indonesia dan Program Pemberdayaan pada Sabtu (14/02/2026) di Universitas Brawijaya. Riset ini dikepalai oleh Shen Xin, dosen dan peneliti dari Institute of Political Science and National Governance, Central China Normal University, Wuhan, China.

Dalam undangannya kepada relawan pekerja migran, Shen Xin mengatakan bahwa sesi ini bertujuan untuk memfasilitasi diskusi mendalam mengenai pengalaman, tantangan, dan perspektif pekerja migran Indonesia beserta keluarganya, dengan fokus khusus pada program pemberdayaan berbasis komunitas di Indonesia.

SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Yin Kaijun yang mendampingi Shen Xin memimpin diskusi dengan memberikan pertanyaan kepada masing-masing relawan yang hadir. Pria yang sudah fasih berbahasa Indonesia ini mendalami peran masing-masing relawan dalam kaitannya dengan pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran di Malang Raya.

Abu Hanifah sebagai mantan Ketua Kawan PMI Malang Raya menyampaikan bahwa pemberdayaan purna PMI dan keluarga PMI dalam bidang ekonomi saat ini mayoritas masih mengandalkan pribadi masing-masing pelaku.

“Tergantung dari orangnya masing-masing. Beberapa ada yang membuka usaha atau aktivitas ekonomi. Kalau PMI masih di luar negeri, biasanya dikelola keluarga. Dananya dikirim. Namun memang ada yang berhasil dan ada yang tidak. Biasanya yang tidak berhasil usahanya, akan kembali lagi ke luar negeri,” ujarnya. “Kalau dari pemerintah saat ini bantuan pemberdayaan yang dikhususkan untuk pekerja migran masih sangat terbatas. Padahal pekerja migran Indonesia ini memberikan kontribusi yang sangat besar untuk devisa,” sambungnya lagi.

Sucipto yang merupakan mantan pengurus Kawan PMI Jawa Timur menambahkan bahwa permasalahan pekerja migran itu sangat rumit dan kompleks. Mulai saat persiapan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air.

Sucipto menjelaskan, “Hingga saat ini permasalahan pekerja migran atau buruh migran Indonesia masih sangat banyak. Khususnya bagi pekerja nonformal. Masalah itu ada saat di dalam negeri hingga luar negeri. Kawan PMI sebagai komunitas bentukan pemerintah hanya bisa membantu pekerja migran untuk masalah di dalam negeri. Itu pun dalam kapasitas yang terbatas, di mana maksimal hanya bisa melaporkan jika terjadi kasus. Karena itu kami juga bergerak dalam naungan organisasi LSM agar lebih bebas membantu kawan-kawan pekerja migran kita.”

“Kami sering mendapatkan informasi permasalahan yang melanda pekerja migran ini dari grup-grup WhatsApp, media sosial, dan laporan teman-teman PMI yang ada di luar negeri. Dalam penanganan kasus yang menimpa PMI kita, kami juga sering bekerja sama dengan organisasi relawan lainnya,” ungkap pria yang juga merupakan pengurus organisasi Pertakina ini.

Selain Abu Hanifah dan Sucipto, relawan yang hadir dalam diskusi kali ini adalah Budi Susilo, Agus Wibowo, dan Ninon Marlina. Diskusi berlangsung hangat sembari menikmati produk olahan kopi yang dibawa tim relawan sebagai salah satu contoh produk hasil pendampingan pemberdayaan UMKM pekerja migran.

Relasi antara pihak peneliti Central China Normal University dan relawan pekerja migran ini tidak bisa dilepaskan dari peran Ayu Kusumastuti, dosen Sosiologi Universitas Brawijaya yang ikut mendampingi tim peneliti selama berada di Kota Malang. Ayu menjadi penghubung bagi tim peneliti dan relawan, dan juga menyediakan lokasi diskusi di gedung A, lantai 3, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Sosiologi, Universitas Brawijaya.

Meski Kawan PMI di seluruh Indonesia sudah tidak dilanjutkan masa tugasnya, namun banyak dari relawan bekas Kawan PMI yang masih membantu permasalahan yang dialami oleh pekerja migran Indonesia. Hal ini didasarkan atas kepedulian terhadap sesama meski harus dilaksanakan dengan kemampuan seadanya dan dana swadaya. Relawan berharap pemerintah dapat terus meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan yang dihadapi pekerja migran Indonesia dan juga menambah program-program pemberdayaan ekonomi bagi purna dan keluarga PMI.

Tags: Kawan PMI Malang RayaPekerja Migran Indonesia
SendShareShare
Sam Idoeb

Sam Idoeb

Dari Malang untuk Dunia!

Related Posts

Perumda Tugu Tirta Ambil Peran Strategis Bangun Ekosistem Sepak Bola Malang Raya Bersama MCFA & MIFA
Sports

Perumda Tugu Tirta Ambil Peran Strategis Bangun Ekosistem Sepak Bola Malang Raya Bersama MCFA & MIFA

by Sam Idoeb
18 Februari 2026
32
Loka WIsata, Penutupan KKN-T Unira Malang Semester Ganjil 2025/2026
Berita Kampus

Gebyar Penutupan KKN-T 2026 Unira Malang Gelar Expo Loka Wisata

by admin smc
14 Februari 2026
34
Indonesia Eximbank Bantu Ekspor Pengusaha Malang Lewat Aplikasi Komodoin
ASBF Malang Raya

Indonesia Eximbank Bantu Ekspor Pengusaha Malang Lewat Aplikasi Komodoin

by Sam Idoeb
12 Februari 2026
46
Tiga Pelatih Top Nasional Berbagi Ilmu Kepelatihan Sepak Bola ke Puluhan Pelatih Muda Malang Raya
Sports

Tiga Pelatih Top Nasional Berbagi Ilmu Kepelatihan Sepak Bola ke Puluhan Pelatih Muda Malang Raya

by Kontributor
11 Februari 2026
91
SSB Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Siapkan Jalan ke STY Football Academy
Agenda Even

SSB Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Siapkan Jalan ke STY Football Academy

by Sam Idoeb
7 Februari 2026
188

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Perumda Tugu Tirta Ambil Peran Strategis Bangun Ekosistem Sepak Bola Malang Raya Bersama MCFA & MIFA

Perumda Tugu Tirta Ambil Peran Strategis Bangun Ekosistem Sepak Bola Malang Raya Bersama MCFA & MIFA

18 Februari 2026
32
Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya

Peneliti China Dalami Isu Pemberdayaan Pekerja Migran di Malang Raya

15 Februari 2026
17
Loka WIsata, Penutupan KKN-T Unira Malang Semester Ganjil 2025/2026

Gebyar Penutupan KKN-T 2026 Unira Malang Gelar Expo Loka Wisata

14 Februari 2026
34
Indonesia Eximbank Bantu Ekspor Pengusaha Malang Lewat Aplikasi Komodoin

Indonesia Eximbank Bantu Ekspor Pengusaha Malang Lewat Aplikasi Komodoin

12 Februari 2026
46
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Si Juhan dan Tantangan Parsel Lebaran

11 Februari 2026
11

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2025 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Tentang

© 2025 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema