Malang, SeputarMalang.com – Memperingati Hari Keris Nasional yang jatuh setiap tanggal 19 April, Gedung Bakorwil III Malang, Jawa Timur, bersiap menjadi pusat perayaan di tahun 2026 ini. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 19 April mendatang ini mengusung tema besar yang sarat makna, yakni “Keris Untuk Abdi Negara”.
Pemilihan momentum ini tak lepas dari sejarah pencanangan Hari Keris Nasional oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada tahun sebelumnya di Universitas Brawijaya. Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, menyambut baik penunjukan instansinya sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini. Baginya, ini adalah momentum penting untuk merawat warisan budaya yang telah diakui UNESCO sejak 25 November 2005.

“Merayakan Hari Keris pada hakikatnya adalah merayakan keluhuran bangsa kita sendiri. Keris bukan sekadar senjata, melainkan akar jati diri Nusantara yang kehormatan dan kelestariannya wajib dijaga oleh seluruh Abdi Negara,” tegas Asep Kusdinar di Kantor Bakorwil III Malang, Kamis (2/4/2026). Ia pun secara khusus mengundang jajaran Abdi Negara di wilayahnya untuk hadir meramaikan acara ini.
Dukungan penuh juga mengalir dari daerah lain. Helmi, pendiri Museum Keris Sumenep Helmi Arts, menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi langsung. Mengingat Sumenep telah memiliki Peraturan Bupati sebagai “Kota Keris Indonesia”, ia memastikan bahwa daerahnya akan berkontribusi secara maksimal.
“Segala upaya pelestarian budaya Keris pasti mendapatkan dukungan kami. Kami hadir, terlibat, dan berpartisipasi sepenuhnya. Kami juga siap memamerkan Keris Pusaka koleksi Museum dan koleksi Bapak Bupati Sumenep,” ujar Helmi saat ditemui di Kantor TosanAji.id di Kota Malang.
Nantinya, perayaan ini tidak hanya menyajikan pameran pusaka para pejabat dan Abdi Negara. Pihak penyelenggara telah menyiapkan serangkaian agenda pelestarian budaya, seperti bursa Tosan Aji Nusantara, sarasehan, hingga lokakarya perawatan pusaka (warangan dan jamasan). Acara ini juga didukung penuh oleh berbagai paguyuban, termasuk Besalen Empu Fanani Singosari dan Omah Warangan Desa.










