Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

Punokawan Merdeka Hidupkan Kembali Ludruk sebagai Ruang Kritik dan Budaya

Kolaborasi Budayawan Malang Rawat Ludruk dan Nilai Kearifan Lokal

Kontributor by Kontributor
18 Agustus 2026
A A
0
Punakawan Merdeka

Punakawan Merdeka

0
SHARES
4
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Malang, SeputarMalang.Com – Semangat pelestarian budaya ludruk kembali dihidupkan melalui pagelaran bertajuk “Punokawan Merdeka!” yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke – 81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menyongsong Hari Radio Nasional ke – 81 tahun.

Pertunjukan yang mengusung konsep “Tontonan dan Tuntunan Berbudaya Ludrukan” tersebut berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, di KARA Cafe Culture atau TosanAji.id Working Space, Jalan Cengger Ayam I, Tulusrejo, Lowokwaru, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan kolaborasi TosanAji.id bersama BAKORWIL III Malang, Ludruk Punokawan, LPP RRI Malang, Sido Muncul, KARA Cafe Culture, serta para budayawan BOLODEWE Bhumi Arema. Pagelaran menghadirkan empat tokoh Punokawan, yakni Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Keempat karakter tersebut diperankan oleh Claudio Akbar Yudhistira, Alim Santoso, Supriadi, dan Siswanto, sementara Suroso dari Pakis Aji Malang juga turut hadir memberikan pandangan mengenai makna Punokawan dan peran kesenian ludruk bagi masyarakat.

Punakawan Merdeka
Punakawan Merdeka

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (BAKORWIL) III Malang, Asep Kusdinar, mengapresiasi pertunjukan tersebut. Menurutnya, Punokawan bukan sekadar tokoh penghibur, tetapi merupakan karakter yang membawa nilai-nilai keteladanan dan kebaikan. Ia menilai keberadaan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong memiliki pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Nilai – nilai yang dibawa Punokawan, menurutnya, perlu terus disebarluaskan, termasuk kepada berbagai instansi, terutama dalam upaya menegakkan kebenaran dan menyampaikan nilai yang dapat dipahami masyarakat. “Luar biasa. Punokawan Merdeka diperankan empat tokoh, ada Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong. Ada value yang perlu disampaikan dan dipahami, terlebih dalam situasi dan kondisi saat ini,” ujar Asep selasa (18/8/2026). Dirinya juga menekankan pentingnya keberlanjutan seni ludruk. Para seniman ludruk diharapkan dapat terus berkarya dan tidak berhenti melakukan regenerasi. Keterlibatan generasi muda menjadi salah satu kunci agar kesenian tradisional tersebut tetap hidup dan mampu diteruskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Suroso dari Pakis Aji Malang menjelaskan bahwa empat tokoh Punokawan memiliki ruang yang sangat luas untuk membicarakan berbagai persoalan kehidupan. Mulai dari komunitas, keluarga, kelompok masyarakat, hingga berbagai kepentingan sosial dapat diangkat melalui cerita Punokawan. Menurutnya, Punokawan menjadi simbol bahwa masyarakat dapat membicarakan berbagai persoalan secara terbuka, sekaligus menyampaikan pesan – pesan yang baik. Dalam konteks kesenian, Punokawan memiliki tugas untuk “momong”, yakni menemani sekaligus memberikan koreksi dan tuntunan kepada masyarakat. Konsep tersebut sejalan dengan semangat Punokawan Merdeka, yang menempatkan guyonan sebagai sarana menyampaikan kritik, refleksi, dan pesan kehidupan. Di balik kelucuan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong, terdapat nilai tentang keteguhan menghadapi tantangan kehidupan, kemampuan memberikan filosofi hidup, serta keberanian menjalankan peran tanpa kehilangan kegembiraan. Ditengah pertunjukan, hadir juga tokoh keris Malang, Mpu Fanani, yang memberikan edukasi mengenai keris sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara tak benda yang diakui Unesco. Kehadiran edukasi tersebut memperkaya pertunjukan dengan perspektif sejarah dan kebudayaan. Melalui “Punokawan Merdeka!”, ludruk tidak hanya ditempatkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang dialog budaya. Guyonan menjadi pintu masuk untuk menyampaikan kritik, nasihat, dan nilai kehidupan dengan cara yang dekat dengan masyarakat.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dalam kebudayaan bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, tetapi juga memastikan seni tradisi tetap mampu berbicara kepada masyarakat masa kini dan generasi muda di masa depan. Wahyu Eko selaku CEO TosanAji.id yang juga adalah pemrakarsa kegiatan ini menyampaikan terima kasih kegiatan Punokawan Merdeka berlangsung sukses dan diharapkannya dapat menjadi salah satu upaya kolaboratif untuk menjaga keberlangsungan budaya ludruk serta memperluas ruang apresiasi terhadap seni dan budaya asli Bangsa, Merdeka dalam berkarya membangun Bangsa melalui pelestarian budaya.

Tags: Budaya MalangLudrukPunakawan Merdeka
SendShareShare
Kontributor

Kontributor

Related Posts

Semarak 500 Rampag Barong dan Atraksi Jaranan pada Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek
Jatim

TosanAji.id Dukung Perayaan Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

by Kontributor
20 April 2026
66
Insan Abdirohman, selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementrian Kebudayaan RI
Nasional

Bersama Bakorwil III Malang, Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemnbud RI Akan Merayakan Hari Keris Nasional 2026

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
98
Bakorwil III Malang Siap Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Keris Nasional 2026
Seni Budaya

Bakorwil III Malang Siap Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Keris Nasional 2026

by Kontributor
4 April 2026
153
Bupati Malang Arahkan MoU Budaya antara MAS dengan KEK Singhasari: Dorong Singosari Jadi Kawasan Pariwisata Budaya Nasional
Seni Budaya

Bupati Malang Arahkan MoU Budaya antara MAS dengan KEK Singhasari: Dorong Singosari Jadi Kawasan Pariwisata Budaya Nasional

by Wahyu Eko Setiawan
11 Juni 2025
132
Gerakan Kebudayaan Malang Mbalik Adem Mulai Digelorakan
Seni Budaya

Gerakan Kebudayaan Malang Mbalik Adem Mulai Digelorakan

by Wahyu Eko Setiawan
2 Februari 2025
94

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Punakawan Merdeka

Punokawan Merdeka Hidupkan Kembali Ludruk sebagai Ruang Kritik dan Budaya

18 Agustus 2026
4
Dok. SMC Proo

Kepala Bakorwil Malang: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pemerataan Pendidikan

18 Agustus 2026
7
Unira Malang Serahkan ISYARA, Media pembelajaran untuk Anak Tuli

Unira Malang Serahkan ISYARA, Media Pembelajaran Digital untuk Anak Tuli di RQST Malang

16 Agustus 2026
50
Dok. SMC Pro

Bakorwil Malang Dukung Program Pembebasan Pajak Kendaraan

7 Agustus 2026
9
Dok. SMC Pro

Bakorwil Malang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, MJC Disiapkan Jadi Ekosistem Pengembangan Talenta Digital Jawa Timur

7 Agustus 2026
10

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema