Malang, SeputarMalang.Com – Penutupan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang dikemas dalam suasana nobar (nonton bareng) film dokumeneter desa.

Tidak sekadar menjadi seremoni berakhirnya masa pengabdian mahasiswa di desa, penutupan KKN-T tahun ini menghadirkan panggung apresiasi karya kreatif melalui “Asta Pesona Desanesia 2026” dengan tajuk “Merajut Karya, Menghidupkan Potensi, dan Meninggalkan Jejak Bermakna bagi Desa.”
Pangung apresiasi karya kreatif yang dimaksud adalah festival film dokumenter desa. Kegiatan berlangsung di Hall KH Moch Said Unira Malang, Rabu (2/9/2026). Agenda ini menjadi bagian akhir dari rangkaian KKN-T Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang sebelumnya mengusung tema “Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan.”
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Alif Achada, M.Pd., mengatakan bahwa penutupan KKN tahun ini dirancang bukan hanya sebagai momentum mengakhiri rangkaian pengabdian mahasiswa, tetapi juga sebagai ruang untuk mengapresiasi karya mahasiswa dalam merekam potensi desa melalui pendekatan visual.
“Penutupan KKN tahun ini digelar meriah dengan tema Asta Pesona Desanesia. Acara ini menjadi salah satu panggung untuk mengapresiasi hasil karya video sinematik bagi peserta KKN tahun ini,” ujar Alif.
Menurutnya, film dokumenter desa yang dihasilkan mahasiswa menjadi bentuk dokumentasi kreatif terhadap berbagai potensi yang ditemukan selama mereka menjalani proses live-in dan pengabdian di desa. Karya tersebut tidak hanya merekam keindahan alam, tetapi juga mengangkat potensi serta kearifan lokal yang menjadi identitas masing-masing desa.

Sementara itu, Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Unira Malang, Abdillah menambahkan, “Dalam karya ini menyuguhkan keindahan, potensi, dan kearifan lokal desa tempat KKN yang dikolaborasikan dengan warga sekitar,” lanjutnya.
Abe, demikian sapaan akrabnya, menilai keterlibatan masyarakat dalam proses produksi menjadi bagian penting dari karya tersebut. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembuat dokumentasi, tetapi juga berinteraksi dengan masyarakat untuk memahami cerita, potensi, dan kehidupan desa secara lebih dekat.
Karena itu, delapan video sinematik yang diproduksi peserta KKN diharapkan tidak berhenti sebagai karya perlombaan. Lebih dari itu, karya tersebut diharapkan menjadi arsip visual yang dapat memperkenalkan potensi desa kepada khalayak lebih luas.
“Dalam karya delapan video sinematik diharapkan akan abadi dan menjadi warisan visual yang menginspirasi dan sarat akan makna,” ungkapnya.
Dalam sambutannya Rektor Unira Malang, H. Imron Rosyadi Hamid, SE.Msi., Ph.D. mengapresiasi terkait konsep Festival Film Dokumenter dalam tajuk Asta Pesona Desanesia tersebut.
“Festival Film Dokumenter Desa tersebut, mempertegas orientasi Unira Malang yang menempatkan desa sebagai ruang belajar sekaligus ruang kolaborasi. Mahasiswa dituntut mampu mengidentifikasi potensi lokal, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menerjemahkan pengalaman pengabdian menjadi karya yang memberikan nilai tambah bagi desa.
Masih menurut Gus IRH, dengan menggabungkan pengabdian, kreativitas, dokumentasi, dan apresiasi, Unira Malang berharap pengalaman KKN-T dapat memberikan manfaat yang lebih panjang. Sebab, ketika sebuah potensi desa berhasil direkam dan diceritakan dengan baik, maka pengalaman pengabdian mahasiswa tidak berakhir ketika mereka meninggalkan desa.
Setelah sambutan Kepala LPPM dan Rektor Unira Malang, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh KH. Dr. Romadhon Chatib, MH., selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Raden Rahmat.
kegiatan memasuki agenda utama berupa pemutaran delapan film secara bertahap berdasarkan undian. Film urutan pertama dan kedua diputar pada sesi awal, disusul film ketiga dan keempat, kemudian film kelima dan keenam, serta film ketujuh dan kedelapan.
Kedelapan Desa tersebut, Srigonco, Senggreng, Sumber Tempur, Bangelan, Ngawonggo, Kidal, Langlang dan Toyomarto.
Dengan pemenang film dokumenter desa 1, 2 dan 3 masing-masing, Desa Kidal, Bangelan dan Sumber Tempur.
Acara ditutup dengan penyerahan apresiasi dan doorprize kepada mahasiswa dan DPL KKN-T Unira Malang.
Pada akhirnya, Asta Pesona Desanesia menjadi perayaan atas sebuah perjalanan. Mahasiswa datang untuk belajar, masyarakat menjadi mitra untuk berkarya, dan desa meninggalkan cerita yang diabadikan dalam karya visual.










