Malang, SeputarMalang.Com –Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pendidikan inklusif melalui pengembangan media pembelajaran digital bagi anak-anak tuli. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyerahan ISYARA (Islamic Sign Language Learning App) kepada komunitas Rumah Quran Sahabat Tuli (RQST), Minggu (16/8/2026).
Penyerahan media pembelajaran tersebut dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat Unira Malang kepada RQST yang diketuai oleh Dewi Ratna Sari. ISYARA merupakan media pembelajaran yang dirancang secara khusus untuk membantu proses pembelajaran keagamaan bagi anak-anak tuli dengan pendekatan visual dan interaktif.

Media pembelajaran ISYARA dikembangkan menggunakan Articulate Storyline, sehingga materi dapat disajikan dalam bentuk media digital yang interaktif dan mudah digunakan. Pengembangan media ini dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan belajar anak-anak tuli agar proses pembelajaran keagamaan dapat berlangsung secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Tim pengabdian kepada masyarakat Unira Malang terdiri atas Nanik Ulfa, M.Pd. sebagai ketua, bersama anggota Urnika Mudhifatul Jannah, S.Kom., M.Pd. dan Eko Yusuf Wahyudi, M.Pd.
Program pengabdian ini mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026.
Ketua tim pengabdian Unira Malang, Nanik Ulfa, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan ISYARA berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar anak tuli.
“Kami berharap ISYARA tidak hanya menjadi sebuah produk teknologi, tetapi benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi anak-anak tuli dan keluarganya. Anak dapat belajar di rumah dengan pendampingan orang tua sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan,” ujar Nanik.
Ketua Rumah Quran Sahabat Tuli (RQST) Malang, Dewi Ratna Sari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Unira Malang atas perhatian dan kontribusi yang diberikan melalui program pengabdian tersebut. Menurutnya, kehadiran ISYARA menjadi tambahan media yang sangat berarti bagi proses pembelajaran anak-anak tuli di RQST maupun ketika belajar bersama keluarga di rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Unira Malang, khususnya kepada tim pengabdian yang telah mengembangkan dan menyerahkan media ISYARA kepada RQST. Media ini sangat kami apresiasi karena dapat membantu anak-anak tuli dalam belajar agama dengan cara yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi teman-teman tuli,” ujar Dewi.
Melalui media yang dikembangkan tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih fleksibel, termasuk ketika berada di rumah. Orang tua juga dapat berperan sebagai pendamping dalam proses belajar, sehingga pembelajaran keagamaan tidak hanya berlangsung ketika anak mengikuti kegiatan bersama komunitas, tetapi dapat dilanjutkan di lingkungan keluarga.
Kolaborasi antara Unira Malang dan RQST menjadi bagian penting dalam menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Keterlibatan komunitas tuli diharapkan dapat memastikan bahwa media yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kebutuhan dan pengalaman belajar anak-anak tuli.
Penyerahan ISYARA juga menjadi langkah untuk memperkuat ekosistem pendidikan inklusif, khususnya dalam pembelajaran keagamaan. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, komunitas, anak, dan keluarga, inovasi pembelajaran diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Unira Malang dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada kebermanfaatan dan dampak sosial. Melalui ISYARA, Unira Malang berupaya menghadirkan ruang belajar yang lebih inklusif agar anak-anak tuli memiliki kesempatan yang lebih luas untuk belajar dan berkembang sesuai dengan kebutuhan mereka.










