SeputarMalang.Com – Ada sesuatu yang cukup menarik ketika melihat kehidupan di lingkungan masyarakat sekitar. Setelah menyelesaikan sekolah, sebagian besar anak muda memilih untuk langsung bekerja. Ada yang bekerja di toko, pabrik, tempat usaha, atau pekerjaan lainnya. Bagi mereka, setelah lulus sekolah, langkah selanjutnya adalah mencari pekerjaan dan mulai menghasilkan uang. Kebiasaan seperti ini sudah cukup umum dijumpai di lingkungan tempat saya tinggal.
Namun, di tengah kebiasaan tersebut, ada juga sebagian kecil yang memilih jalan berbeda, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pilihan ini sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Akan tetapi, ketika berada di lingkungan yang kebanyakan orangnya lebih memilih bekerja, keputusan untuk kuliah terkadang justru menimbulkan pandangan tersendiri.
Tidak jarang muncul pertanyaan seperti, “Kenapa tidak bekerja saja?” atau “Sudah lulus sekolah, kenapa masih kuliah?” Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi ada cara pandang yang menarik di baliknya. Seolah-olah, bekerja setelah lulus sekolah merupakan pilihan yang paling wajar, sedangkan melanjutkan pendidikan menjadi sesuatu yang berbeda dari kebiasaan kebanyakan orang.
Ketika Kuliah Bukan Menjadi Pilihan yang Umum
Berada di lingkungan seperti itu membuat saya menyadari bahwa pilihan pendidikan seseorang terkadang tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan pribadi, tetapi juga oleh kebiasaan yang sudah terbentuk di masyarakat. Ketika sebagian besar orang memilih bekerja setelah lulus sekolah, pilihan tersebut lama-kelamaan dianggap sebagai sesuatu yang paling biasa.
Akibatnya, orang yang memilih kuliah terkadang harus menghadapi pandangan atau pertanyaan yang tidak selalu muncul ketika seseorang memutuskan untuk bekerja. Bukan berarti masyarakat sepenuhnya menolak pendidikan tinggi, tetapi mungkin karena mereka lebih terbiasa melihat seseorang langsung bekerja daripada menghabiskan beberapa tahun lagi untuk menempuh pendidikan.
Padahal, kuliah bukan berarti seseorang tidak ingin bekerja. Ada tujuan yang sedang dipersiapkan melalui pendidikan. Ada ilmu yang ingin dipelajari, pengalaman yang ingin didapatkan, serta harapan untuk memiliki kesempatan yang lebih luas di masa depan.
Apakah Bekerja Harus Selalu Didahulukan?

Hal yang menarik untuk direnungkan adalah mengapa pekerjaan sering kali terlihat lebih nyata manfaatnya dibandingkan dengan pendidikan tinggi. Ketika seseorang bekerja, hasilnya bisa langsung terlihat melalui penghasilan yang diperoleh. Sementara itu, ketika seseorang kuliah, hasil dari proses tersebut membutuhkan waktu. Ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang diperoleh mungkin baru terasa setelah menyelesaikan pendidikan.
Padahal, pendidikan dan pekerjaan sebenarnya tidak harus dipertentangkan. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam kehidupan. Bekerja setelah lulus sekolah merupakan pilihan yang baik, begitu pula dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada yang bekerja untuk membantu keluarga, ada yang kuliah untuk mempersiapkan masa depan, bahkan ada yang berusaha menjalankan keduanya sekaligus.
Dalam Islam, menuntut ilmu juga memiliki kedudukan yang penting. Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 menyatakan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu merupakan sesuatu yang bernilai dan patut diperjuangkan.
Melanjutkan pendidikan bukan berarti menghindari tanggung jawab kehidupan. Justru, bagi sebagian orang, kuliah merupakan salah satu usaha untuk mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi keluarga maupun masyarakat.
Setiap Pilihan Layak Dihargai
Pada akhirnya, tidak semua orang harus menjalani jalan hidup yang sama. Ada yang setelah lulus sekolah langsung bekerja, ada yang melanjutkan kuliah, dan ada pula yang menjalankan keduanya secara bersamaan. Masing-masing memiliki keadaan, kesempatan, dan tujuan yang berbeda.
Mungkin yang perlu mulai kita renungkan adalah jangan sampai kebiasaan yang sudah umum dilakukan di suatu lingkungan membuat pilihan lain terlihat kurang tepat. Sesuatu yang banyak dilakukan orang belum tentu menjadi satu-satunya jalan yang benar bagi semua orang.
Kuliah bukan pilihan yang aneh hanya karena jumlah orang yang menjalaninya lebih sedikit. Begitu pula, bekerja bukan pilihan yang lebih rendah karena seseorang tidak melanjutkan pendidikan. Keduanya merupakan jalan yang dapat ditempuh sesuai dengan keadaan dan tujuan masing-masing.
Sebab, masa depan seseorang tidak seharusnya dibatasi oleh kebiasaan lingkungan tempat ia tinggal. Setiap orang berhak memiliki cita-cita, menentukan pilihan, dan memperjuangkan kehidupannya sendiri. Bukan tentang siapa yang lebih cepat bekerja atau siapa yang lebih lama belajar, melainkan tentang bagaimana setiap orang memiliki kesempatan untuk menentukan jalan hidup yang ingin diperjuangkannya.
——-
Putri Ayu Zanuba Maulina (Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Raden Rahmat Malang)
Dr. Aries Musnandar (Dosen Media Pembelajaran FIK dan Pascasarjana Universitas Islam Raden Rahmat Malang yang menaruh perhatian pada ilmu pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan karakter).









