Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Ketika Kuliah Dianggap Berbeda: Antara Pilihan Melanjutkan Pendidikan dan Kebiasaan Masyarakat

oleh: Putri Ayu Zanuba Maulina dan Aries Musnandar

Kontributor by Kontributor
2 November 2026
A A
0
Tantangan

Tantangan

0
SHARES
23
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Ada sesuatu yang cukup menarik ketika melihat kehidupan di lingkungan masyarakat sekitar. Setelah menyelesaikan sekolah, sebagian besar anak muda memilih untuk langsung bekerja. Ada yang bekerja di toko, pabrik, tempat usaha, atau pekerjaan lainnya. Bagi mereka, setelah lulus sekolah, langkah selanjutnya adalah mencari pekerjaan dan mulai menghasilkan uang. Kebiasaan seperti ini sudah cukup umum dijumpai di lingkungan tempat saya tinggal.

Namun, di tengah kebiasaan tersebut, ada juga sebagian kecil yang memilih jalan berbeda, yaitu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pilihan ini sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Akan tetapi, ketika berada di lingkungan yang kebanyakan orangnya lebih memilih bekerja, keputusan untuk kuliah terkadang justru menimbulkan pandangan tersendiri.

Tidak jarang muncul pertanyaan seperti, “Kenapa tidak bekerja saja?” atau “Sudah lulus sekolah, kenapa masih kuliah?” Pertanyaan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi ada cara pandang yang menarik di baliknya. Seolah-olah, bekerja setelah lulus sekolah merupakan pilihan yang paling wajar, sedangkan melanjutkan pendidikan menjadi sesuatu yang berbeda dari kebiasaan kebanyakan orang.

Ketika Kuliah Bukan Menjadi Pilihan yang Umum

Berada di lingkungan seperti itu membuat saya menyadari bahwa pilihan pendidikan seseorang terkadang tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan pribadi, tetapi juga oleh kebiasaan yang sudah terbentuk di masyarakat. Ketika sebagian besar orang memilih bekerja setelah lulus sekolah, pilihan tersebut lama-kelamaan dianggap sebagai sesuatu yang paling biasa.

Akibatnya, orang yang memilih kuliah terkadang harus menghadapi pandangan atau pertanyaan yang tidak selalu muncul ketika seseorang memutuskan untuk bekerja. Bukan berarti masyarakat sepenuhnya menolak pendidikan tinggi, tetapi mungkin karena mereka lebih terbiasa melihat seseorang langsung bekerja daripada menghabiskan beberapa tahun lagi untuk menempuh pendidikan.

Padahal, kuliah bukan berarti seseorang tidak ingin bekerja. Ada tujuan yang sedang dipersiapkan melalui pendidikan. Ada ilmu yang ingin dipelajari, pengalaman yang ingin didapatkan, serta harapan untuk memiliki kesempatan yang lebih luas di masa depan.

Apakah Bekerja Harus Selalu Didahulukan?

Tantangan
Tantangan

Hal yang menarik untuk direnungkan adalah mengapa pekerjaan sering kali terlihat lebih nyata manfaatnya dibandingkan dengan pendidikan tinggi. Ketika seseorang bekerja, hasilnya bisa langsung terlihat melalui penghasilan yang diperoleh. Sementara itu, ketika seseorang kuliah, hasil dari proses tersebut membutuhkan waktu. Ilmu, pengalaman, dan kesempatan yang diperoleh mungkin baru terasa setelah menyelesaikan pendidikan.

Padahal, pendidikan dan pekerjaan sebenarnya tidak harus dipertentangkan. Keduanya memiliki peran masing-masing dalam kehidupan. Bekerja setelah lulus sekolah merupakan pilihan yang baik, begitu pula dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ada yang bekerja untuk membantu keluarga, ada yang kuliah untuk mempersiapkan masa depan, bahkan ada yang berusaha menjalankan keduanya sekaligus.

Dalam Islam, menuntut ilmu juga memiliki kedudukan yang penting. Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 menyatakan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu merupakan sesuatu yang bernilai dan patut diperjuangkan.

Melanjutkan pendidikan bukan berarti menghindari tanggung jawab kehidupan. Justru, bagi sebagian orang, kuliah merupakan salah satu usaha untuk mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi keluarga maupun masyarakat.

Setiap Pilihan Layak Dihargai

Pada akhirnya, tidak semua orang harus menjalani jalan hidup yang sama. Ada yang setelah lulus sekolah langsung bekerja, ada yang melanjutkan kuliah, dan ada pula yang menjalankan keduanya secara bersamaan. Masing-masing memiliki keadaan, kesempatan, dan tujuan yang berbeda.

Mungkin yang perlu mulai kita renungkan adalah jangan sampai kebiasaan yang sudah umum dilakukan di suatu lingkungan membuat pilihan lain terlihat kurang tepat. Sesuatu yang banyak dilakukan orang belum tentu menjadi satu-satunya jalan yang benar bagi semua orang.

Kuliah bukan pilihan yang aneh hanya karena jumlah orang yang menjalaninya lebih sedikit. Begitu pula, bekerja bukan pilihan yang lebih rendah karena seseorang tidak melanjutkan pendidikan. Keduanya merupakan jalan yang dapat ditempuh sesuai dengan keadaan dan tujuan masing-masing.

Sebab, masa depan seseorang tidak seharusnya dibatasi oleh kebiasaan lingkungan tempat ia tinggal. Setiap orang berhak memiliki cita-cita, menentukan pilihan, dan memperjuangkan kehidupannya sendiri. Bukan tentang siapa yang lebih cepat bekerja atau siapa yang lebih lama belajar, melainkan tentang bagaimana setiap orang memiliki kesempatan untuk menentukan jalan hidup yang ingin diperjuangkannya.

——-

Putri Ayu Zanuba Maulina (Mahasiswa S1 Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Raden Rahmat Malang)

Dr. Aries Musnandar (Dosen Media Pembelajaran FIK dan Pascasarjana  Universitas Islam Raden Rahmat Malang yang menaruh perhatian pada ilmu pendidikan, pembelajaran, dan pengembangan karakter).

Tags: ngopiniOpiniOpini MalangUnira Malang
SendShareShare
Kontributor

Kontributor

Related Posts

Refleksi Perilaku Manusia
Opini

Disiplin Siswa di Sekolah: Kesadaran Diri atau Sekadar Takut Hukuman?

by Kontributor
31 Oktober 2026
31
Dok. SMC Pro
Opini

Jembatan Sifat Kenabian dalam Menata Realitas Zahir

by Kontributor
29 Oktober 2026
25
Ka-Ki: Samsul Arifin, S.Pd.I. (Guru PAI SDN Tenggilisrejo, Gondangwetan, Pasuruan dan Mahasiswa MPAI Pascasarjana UNIRA Malang), Dr. Aries Musnandar (Dosen MPAI Pascasarjana UNIRA Malang)
Opini

Pel di Atas Tanaman: Ketika Niat Bersih Justru Merusak Keindahan

by Kontributor
27 Oktober 2026
60
Ka-Ki: Imam Khambali, Mahasiswa MPAI UNIRA Malang dan Aries Musnandar, Dosen MPAI UNIRA Malang
Opini

Menguatkan Disiplin Anak, Menumbuhkan Akhlak dan Perdamaian

by Kontributor
26 Oktober 2026
43
Dok. SMC Pro
Opini

Melampaui Dikotomi: Pendidikan Islam Adalah Pendidikan Ruhani

by Kontributor
22 Oktober 2026
137

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Tantangan

Ketika Kuliah Dianggap Berbeda: Antara Pilihan Melanjutkan Pendidikan dan Kebiasaan Masyarakat

2 November 2026
23
Refleksi Perilaku Manusia

Disiplin Siswa di Sekolah: Kesadaran Diri atau Sekadar Takut Hukuman?

31 Oktober 2026
31
Dok. SMC Pro

Jembatan Sifat Kenabian dalam Menata Realitas Zahir

29 Oktober 2026
25
Ka-Ki: Samsul Arifin, S.Pd.I. (Guru PAI SDN Tenggilisrejo, Gondangwetan, Pasuruan dan Mahasiswa MPAI Pascasarjana UNIRA Malang), Dr. Aries Musnandar (Dosen MPAI Pascasarjana UNIRA Malang)

Pel di Atas Tanaman: Ketika Niat Bersih Justru Merusak Keindahan

27 Oktober 2026
60
Ka-Ki: Imam Khambali, Mahasiswa MPAI UNIRA Malang dan Aries Musnandar, Dosen MPAI UNIRA Malang

Menguatkan Disiplin Anak, Menumbuhkan Akhlak dan Perdamaian

26 Oktober 2026
43

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema