SeputarMalang.Com – Emmanuel Todd kembali menerbitkan buku yang sangat provokatif. Buku La Defaite de I’Occident (Kekalahan Barat) yang terbit pada awal tahun 2024 lalu, merupakan lanjutan dari prediksi Todd terhadap runtuhnya sebuah negara. Sebelumnya, Todd juga pernah memprediksi runtuhnya Uni Soviet. Dan prediksinya tersebut banyak ditertawakan oleh para pakar di dunia. Namun, akhirnya terbukti bahwa prediksi Todd ternyata benar: Uni Soviet Runtuh!
Prediksi Todd bukan berasal dari membaca gejala, peristiwa atau fenomena besar. Prediksi Todd justru lahir dari pembacaan terhadap data-data kecil, yang sering dianggap sepel dan diabaikan. Todd bukanlah analis geopolitik ataupun strategi-strategi yang kompleks. Todd justru fokus sangat jeli mengamati data-data sederhana, seperti statistik demografi, struktur keluarga, angka kematian bayi, tingkat pendidikan, kohesi sosial, serta berbagai fenomena yang terlihat biasa dalam kehidupan masyarakat di sebuah negara. Todd mempunyai kesimpulan dasar, bahwa keroposnya struktur sosial, seringkali mendahului sebelum runtuhnya sebuah rezim/ negara secara politik.

Melalui buku terbarunya tersebut (Kekalahan Barat), Todd sedang membuka keroposnya struktur sosial Amerika Serikat. Data-data yang disajikannya menunjukkan bahwa Amerika Serikat saat ini memproduksi lebih sedikit insinyur, mempercepat kemunduran serius dalam sektor industri, pendidikan dan kohesi sosial masyarakatnya. Termasuk data-data angka bunuh diri yang terus meningkat, peristiwa pembunuhan yang meningkat, kecanduan alkohol yang terus naik, hingga kematian bayi yang tidak bisa ditekan angkanya. Membuka data-data elementer kehidupan masyarakat Amerika Serikat yang semakin memburuk.
Todd juga sangat jelas menyampaikan bahwa keruntuhan peradaban seringkali diawali oleh krisis elite, fragmentasi sosial, hilangnya rasa saling percaya, hingga institusi negara dan sosial kemasyarakatan, kehilangan fungsi-fungsi utamanya. Termasuk semakin rapuhnya institusi penegakkan hukum negara yang berlaku. Akibatnya, ketidakpercayaan masyarakat kepada negara semakin meningkat dan meruncing. Menjadi bara dalam sekam yang siap membakar dan meruntuhkan negara dari dalam. Ini juga sebagai bukti bahwa sebuah negara seringkali runtuh bukan karena faktor-faktor dari luar. Tetapi justru banyak negara yang runtuh karena faktor-faktor dari internal pemerintahannya sendiri.
Lantas, bagaimana dengan situasi dan kondisi di Indonesia saat ini? Data-data kecil apa saja yang harus segera kita baca, untuk mencegah runtuhnya Negara Indonesia? Apakah peristiwa bunuh diri seorang anak SD kelas IV di NTT baru-baru ini, bisa kita jadikan alarm dari semakin rapuhnya struktur sosial di Indonesia? Bisa menjadi cermin semakin berisikonya kemiskinan terhadap masa depan Negara Indonesia? Bagaimana dengan fragmentasi sosial di Indonesia saat ini? Apakah juga menjadi gejala yang harus kita waspadai? Lalu, bagaimana dengan para elite pemimpin di Indonesia saat ini? Apakah mereka semakin memicu tingginya angka ketidakpercayaan terhadap negara? Serta banyak pertanyaan kritis lainnya, yang bisa kita ajukan dari berbagai data-data kecil yang berseliweran secara massal dan terbuka saat ini. Apa yang bisa kita baca dan prediksi dari semua data-data kecil tersebut?
Pada berbagai platform media massa saat ini, kita sudah dibanjiri dengan berbagai data-data fenomenal dan bombastis. Hingga banjir data-data yang dipoles, dipercantik serta dimanipulasi. Yang telah membuai asumsi kita, hingga menumpulkan nalar kritis dan obyektivitas kita dalam membaca realitas sesungguhnya. Tentu saja, hal tersebut sangat berbahaya. Kita jadi banyak melakukan kesalahan dalam diagnosa dan mencerna apa pun yang sebenarnya sedang kita hadapi. Sehingga, kita salah dalam mengantisipasi dan menjawab tantangan yang menghadang. Tersesat dalam berpikir, hingga fatal dalam mengambil tindakan. Menjadi wajar, akibat kita mengabaikan data-data kecil, akhirnya negara bisa runtuh tanpa dapat kita antisipasi.
Apa yang telah disampaikan oleh Emmanuel Todd, menjadi salah satu landasan berpikir bagi Teamwork SMC Pro untuk merancang, menuliskan dan menyajikan berbagai bentuk Pers Rilis. Terutama dengan merangkai data-data kecil, yang bisa menjadi acuan untuk menentukan langkah ke depan. Serta sekaligus menjadi upaya antisipasi atas berbagai perkembangan yang ada ke depannya. Sehingga, kita bisa menggunakan Pers Rilis bukan hanya sebagai wahana untuk menyebarkan informasi, publikasi ataupun promosi dan marketing semata-mata. Namun lebih jauh dari itu, kita bisa menggunakan Pers Rilis sebagai referensi alternatif atas berbagai kebijakan yang hendak dirumuskan dan dijalankan ke depannya.







