Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Potensi Sepak Bola di Malang Raya

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
6 Februari 2026
A A
0
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

0
SHARES
33
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook
SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Malang, SeputarMalang.Com – Sepak bola membutuhkan sarana utamanya, yaitu Lapangan. Di Malang Raya, saat ini terdata sebanyak 203 Lapangan sepak bola yang punya potensi besar untuk diaktivasi lebih lanjut. Meskipun, pada beberapa Lapangan sepak bola, khususnya di Kabupaten Malang, saat ini sedang “berebut” pembangunan dengan berdirinya Koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 203 Lapangan sepak bola yang terdata di Malang Raya, dengan rincian sebanyak 26 Lapangan sepak bola di Kota Malang, 152 Lapangan di Kabupaten Malang dan 15 Lapangan di Kota Batu. Meskipun memang ada beberapa Lapangan sepak bola lagi, namun keberadaannya masih tidak terawat dengan baik. Bahkan menjadi rusak karena diabaikan hampir menjadi tegalan atau padang ilalang.

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Jika kita melihat perbandingan antara jumlah Desa/ Kelurahan dan Lapangan sepak bola yang termanfaatkan di Malang Raya, maka kita bisa mengetahui bahwa Kota Batu sangat progresif dalam mengelola serta memanfaatkan Lapangan sepak bola. Dengan jumlah Desa/ Kelurahan sebanyak 24, masyarakat Kota Batu bisa mengoptimalkan 15 Lapangan sepak bola. Sedangkan di Kabupaten Malang, dengan jumlah Desa/ Kelurahan sebanyak 390, Lapangan yang teroptimalkan hanya sekitar kurang dari 100 Lapangan sepak bola. Begitu juga dengan di Kota Malang, dengan jumlah kelurahan sebanyak 57, hanya sekitar 13 Lapangan sepak bola yang bisa dioptimalkan. Apakah hal ini bisa menjadi faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian prestasi sepak bola di masing-masing daerah Malang Raya?

Jika kita ikuti perkembangan pencapaian prestasi olah raga sepak bola di Malang Raya selama 5 tahun ke belakang, maka kita bisa melihat grafik konsistensi pertumbuhan yang paling signifikan ada di Kota Batu. Disusul oleh Kabupaten Malang. Sedangkan Kota Malang, dari tahun ke tahun selama 5 tahun ke belakang, justru semakin terpuruk. Tentu saja, hal tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor yang ada. Termasuk kiprah dan peran aktif dari masing-masing Askot/ Askab PSSI di masing-masing daerah Malang Raya. Termasuk juga faktor Good Will dari Pemerintah Daerah masing-masing di Malang Raya.

Selain keberadaan Lapangan sepak bola, keberadaan dan pertumbuhan Sekolah Sepak Bola (SSB, Soccer School, Akademi, Club, dan lainnya) yang ada di Malang Raya, juga bisa menjadi gambaran kongkret dari besarnya potensi sepak bola di Malang Raya. Saat ini, yang terdata ada sebanyak 92 SSB di Malang Raya. Namun, dari data 92 SSB tersebut, yang sangat aktif dan progresif hanya sekitar 33 SSB saja. Yang lainnya masih kembang kempis dan terus berjuang untuk bisa berkembang serta lebih maju. Itulah kenapa ketika diselenggarakan Turnamen atau Kompetisi, baik tingkat lokal Malang Raya, regional Jawa Timur maupun nasional, yang diselenggarakan di Malang Raya, justru banyak peserta SSB dari luar daerah Malang Raya yang datang mengikutinya.

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, saat ini sepak bola sudah tidak bisa lagi hanya didekati dengan cara-cara pengelolaan yang hanya fokus pada keolahragaan, pembinaan atlet usia dini dan ekosistem yang eksklusif. Justru saat ini, sepak bola harus bisa dikolaborasikan dengan ekosistem industri Entertainment, ekosistem ekonomi kreatif, ekosistem pendidikan karakter, hingga menggandeng ekosistem kebudayaan dan pariwisata. Lantas, bagaimana formulasinya? Bagaimana jalinan kolaborasi strategisnya? Hingga ada beberapa pertanyaan pamungkas, diantaranya adalah bagaimana mengembangkan potensi sepak bola untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Malang Raya?

Pertanyaan-pertanyaan strategis tersebut, sudah mulai mengemuka di kalangan Askab PSSI Kabupaten Malang dan Askot PSSI Kota Batu. Kedua Asosiasi Sepak Bola daerah tersebut, saat ini tampak lebih agresif dan progresif dalam mencari dan melahirkan solusi-solusi yang inovatif. Sedangkan Askot PSSI Kota Malang, entah kemana rimbanya? Antara ada dan tiada? Hal ini disampaikan secara obyektif. Semata-mata hanya untuk menyampaikan keberadaan, kiprah dan peran aktif dari masing-masing Asosiasi Sepak Bola daerah di masing-masing daerah Malang Raya. Agar kita bisa lebih obyektif dan rasional membedah potensi sepak bola yang akan dikembangkan secara kolaboratif di Malang Raya.

Dengan berangkat dari data, fakta dan dinamika yang ada di Malang Raya, khususnya untuk tujuan membangun Ekosistem Olahraga Sepak Bola di Malang Raya yang lebih inovatif sekaligus progresif, maka kita bersama-sama bisa segera berbagi dan mengambil peran aktif. Sesuai dengan keunggulan, potensi dan proyeksi pencapaian masing-masing daerah. Dengan mengarus utamakan prinsip-prinsip kolaborasi yang harmoni. Untuk menghasilkan orkestrasi terobosan percepatan pembangunan ekosistem sepak bola Malang Raya yang lebih inovatif sekaligus progresif. Memang bukan langkah yang mudah untuk dilakukan. Tapi yakin bisa kita wujudkan bersama-sama. Dan jika mampu kita wujudkan bersama-sama, kelak Malang Raya pasti bisa menjadi Kiblat Sepak Bola Nasional. Pasti, akan terlahir atlet-atlet sepak bola level nasional, bahkan level internasional, yang terlahir dan berkembang dari ekosistem sepak bola di Malang Raya.

Lapangan sepak bola, jelas sudah tersedia di Malang Raya. Bahkan, masih banyak Lapangan sepak bola yang terabaikan dan belum dimanfaatkan lebih optimal. Bibit-bibit atlet sepak bola di Malang Raya? Jelas sangat banyak! Pelatih sepak bola berkualitas tinggi di Malang Raya? Nah, ini yang sangat butuh ditumbuhkan dan dikelola secara berjenjang profesional. Butuh diberikan wahana peningkatan kualitas Pelatih sepak bola di Malang Raya. Selanjutnya, tinggal Good Will dari masing-masing kepala daerah (Bupati dan Wali Kota). Jika kepala daerahnya tidak peduli terhadap ekosistem olahraga sepak bola, maka akan sulit untuk membangun dan mengembangkan ekosistem sepak bola progresif.

Terakhir, sangat perlu membuka ekosistem olahraga sepak bola terhadap berbagai ruang kolaborasi bersama semua pihak. Termasuk mendekati sepak bola dari potensi Industri Budaya, Ekonomi Kreatif hingga Pariwisata Lokal berbasis olahraga sepak bola. Maka, sepak bola bukan hanya untuk sepak bola semata-mata. Sepak bola bukan hanya untuk meraih prestasi atau juara semata-mata. Tapi sepak bola benar-benar untuk membangun masa depan kehidupan yang mulia untuk semuanya. Yakin Usaha Sampai.

Tags: Malang City Football AcademyMCFSSB
SendShareShare
Wahyu Eko Setiawan

Wahyu Eko Setiawan

Pendiri Sekolah Pancasila Pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung Kepala Biro Riset Komunikasi Publik Javasatu Penulis Buku Biografi Media Massa Strategist & Analist Kontak: 081 333 444 571

Related Posts

Mujahadah Akbar 100 Tahun NU di Stadion Gajayana Kota Malang, 7-8 Februari 2026
Opini

Satu Abad Stadion Gajayana dan Khidmat Seratus Tahun NU: Nostalgia Sosial dan Peradaban

by Abdillah
8 Februari 2026
113
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Data-data Kecil yang Meruntuhkan Negara

by Wahyu Eko Setiawan
6 Februari 2026
7
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Trial By The Public Opinion

by Wahyu Eko Setiawan
3 Februari 2026
19
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Pers Rilis sebagai Kunci Utama Manajemen Reputasi Perguruan Tinggi

by Wahyu Eko Setiawan
30 Januari 2026
37
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Rasionalitas Kahnemanian dan Pengembangan Ekosistem Investasi Keris

by Abdillah
25 November 2025
99

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Mujahadah Akbar 100 Tahun NU di Stadion Gajayana Kota Malang, 7-8 Februari 2026

Satu Abad Stadion Gajayana dan Khidmat Seratus Tahun NU: Nostalgia Sosial dan Peradaban

8 Februari 2026
113
SSB Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Siapkan Jalan ke STY Football Academy

SSB Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Siapkan Jalan ke STY Football Academy

7 Februari 2026
102
Sharing and Refreshing Pelatih Sepak Bola Malang Raya

Sharing and Refreshing Pelatih Sepak Bola Malang Raya

6 Februari 2026
21
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Data-data Kecil yang Meruntuhkan Negara

6 Februari 2026
7
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Potensi Sepak Bola di Malang Raya

6 Februari 2026
33

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2025 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Tentang

© 2025 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema