Blitar, SeputarMalang.Com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui penerapan konsep Zero Waste Farming di Kelompok Tani Langgeng, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah melon non-grade sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung peningkatan pendapatan petani.

Selama ini, sebagian hasil panen melon yang tidak memenuhi standar pasar atau dikenal sebagai melon non-grade memiliki nilai jual yang relatif rendah. Kondisi tersebut menyebabkan potensi ekonomi hasil panen belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petani. Selain itu, limbah kulit melon yang dihasilkan dari kegiatan budidaya dan pengolahan umumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Melalui program pengabdian yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2026, tim pengabdian UNIRA Malang yang terdiri dari ketua tim Dr. Yulia Eka Yanti, M.Pd beserta anggota tim Dr. Tety Nur Cholifah, M.Pd dan Dr. Zainal Abidin, M.Si, memberikan berbagai pelatihan dan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Langgeng. Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pengolahan melon non-grade menjadi dodol melon dan stik melon, pelatihan pembuatan ecoenzym berbahan kulit melon, penyusunan standard operational procedure (SOP) produksi, pengembangan kemasan produk, hingga digitalisasi pemasaran.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Yulia Eka Yanti, M.Pd, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas melon.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu kelompok tani agar tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk buah segar, tetapi juga mampu mengolah melon non-grade menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Selain itu, limbah kulit melon juga dimanfaatkan menjadi ecoenzym sehingga mendukung penerapan konsep Zero Waste Farming,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, anggota kelompok tani mendapatkan pelatihan secara langsung mengenai proses pembuatan dodol melon dan stik melon mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan produk. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan produk yang memiliki cita rasa khas dan berpotensi untuk dipasarkan secara lebih luas.
Tidak hanya fokus pada pengolahan produk, tim pengabdian juga memberikan pendampingan terkait pengembangan branding dan pemasaran digital. Mitra diperkenalkan dengan penggunaan WhatsApp dan Shopee, sebagai media promosi untuk memperluas jangkauan pemasaran produk.
Ketua Kelompok Tani Langgeng menyambut baik program yang dilaksanakan oleh Unira Malang. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat bagi anggota kelompok tani.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Kini kami mengetahui cara mengolah melon non-grade menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan memanfaatkan limbah kulit melon menjadi produk yang bermanfaat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.
Selain menghasilkan produk olahan, program pengabdian ini juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah pertanian yang ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit melon menjadi ecoenzym menjadi salah satu bentuk implementasi ekonomi sirkular yang dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat.
Melalui program ini, Unira Malang berharap Kelompok Tani Langgeng mampu mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, produk dodol melon, stik melon, dan ecoenzym diharapkan dapat menjadi produk unggulan desa yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi pertanian.
Program ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan kelompok tani, potensi lokal dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.










