Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Pelayanan Publik

Halal Bi Halal NU dan Muhammadiyah Malang Memperkokoh Kebersamaan untuk NKRI

Arti Penting NU dan Muhamadiyah dalam Memajukan Bangsa

Abe by Abe
6 Agustus 2017
A A
0
0
SHARES
16
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Kota Malang, SeputarMalang.Com  –  Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang punya peran penting dalam melahirkan NKRI. NU menggerakan ummat di pedesaan melalui simpul-simpul pesantren, sedangkan Muhammadiyah menjadi gerakan pendidikan bagi ummat Islam dan besar di perkotaan. Keduanya menghasilkan spirit keagamaan sekaligus perjuangan kebangsaan yang melahirkan kemerdekaan RI.

Di alam kemerdekaan, kedua ormas ini tetap menjadi pilar utama NKRI. Muhammadiyah mencerdaskan dan menyatukan umat Islam dari berbagai suku di Indonesia lewat amal usahanya di bidang pendidikan dan kesehatan. Sedangkan NU dengan kepemimpinan para kiai menyatukan para santri di seluruh nusantara melalui jejaring pesantren. NU juga telah giat ikut mencerdaskan anak-anak bangsa  melalui pesantren dan lembaga pendidikan yang telah dikembangkan.

SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Hal tersebut Drs. H. Saifullah Yusuf disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur saat menghadiri Halal Bi Halal Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Malang di Graha Cakrawala Malang, Minggu (6/8/2017).

Menurut pria yang kerap disapa Gus Ipul itu, meski keduanya (NU dan Muhammadiyah) bergerak dalam segmen ummat yang berbeda, tetapi keduanya mampu bersinergi saling berfastabiqul khairat untuk menegakkan Islam yang rahmatan lil alamin di bumi nusantara.

Kiprah dan kepemimpinan dalam masyarakat kedua Ormas Islam ini memiliki arti penting bagi kemajuan bangsa ini. Pemerintah tak mungkin bisa mengabaikan, bahkan meninggalkan NU dan Muhamadiyah dalam memajukan bangsa ini. Karena itu, dirinya ingin mengajak keduanya bersama-sama mewujudkan Jatim Adem. “Apa itu Jatim Adem? Yaitu Jatim yang Aman, Demokratis, Ekonomi Berkeadilan, dan Membahagiakan warganya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Aman berarti angka kriminalitas rendah, jumlah konflik bisa diminimalisir, keluhan investor kecil, dan tidak banyak komplain warganegara terhadap persoalan keamanan. Selain itu, indeks keamanan dari BPS juga terkendali. BPS menggunakan istilah aman secara khusus untuk jumlah kejahatan dan keberhasilan penanganan yang dilakukan.

Selanjutnya, Demokratis mempunyai makna masyarakat yang berdasarkan pada sistem nilai yang mengedepankan kebaikan bersama. Sistem nilai ini memungkinkan segenap perbedaan bisa dipertemukan. Ada dialog, ada kompetisi yang sehat dan bertanggungjawab. Juga aturan main yang diwujudkan melalui regulasi dan memungkinkan warganegara mempunyai tingkat partisipasi yang lebih tinggi dalam pengambilan kebijakan.

Karena itu, lanjut Gus Ipul masyarakat yang demokratis bisa diukur melalui angka partisipasi publik, pemerintahan yang akuntabel,  kebebasan warga terjamin, ruang publik yang terbuka untuk dialog dan perdebatan masyarakat sipil. Indeks Demokrasi Indonesia yang dibuat oleh Bappenas juga memberikan penilaian capaian perprovinsi. Masyarakat yang demokratis bisa terwujud jika jumlah warga terdidik tinggi. “Dalam hal ini, NU maupun Muhammadiyah lewat berbagai lembaga pendidikan di berbagai jenjang bisa ikut menciptakan suasana demokratis seperti yang kita cita-citakan,” jelas Gus Ipul.

Masih menurut Gus Ipul, Ekonomi berkeadilan artinya ekonomi yang tidak hanya tumbuh tinggi, tapi juga diikuti dengan distribusi kesejahteraan secara merata.  Kemajuan ekonomi yang mengikuti pola pasar bebas menghasilkan kesenjangan yang tinggi. Ini bisa berakibat adanya ketidakadilan.  Mereka yang tidak mempunyai akses terhadap sumberaya dan tidak mempunyai kesetaraan modal pasti tidak akan mempu berkompetisi. Terhadap mereka yang seperti itu, pemerintah harus hadir sebagai pengatur distribusi atas sumberdaya dan modal.

Ekonomi berkeadilan ini bisa diukur melalui pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kesenjangan menurun, tingkat dipasritas wilayah kota-desa yang rendah, dan akses warga terhadap pelayanan pendidikan, kesehatan dan administrasi yang tinggi, serta pemerataan ekonomi regional terjamin.

Dengan masyarakat Jatim yang aman, demokratis dan ekonominya berkeadilan, maka bisa diharapkan terwujudnya masyarakat yang bahagia. Yakni, masyarakat yang mempunyai waktu luang bersosialisasi lebih banyak, memiliki jaminan sosial hari tua secara memadai, punya akses dan kemudahan warga terhadap informasi publik. Juga lingkungan hidup dan sosial yang terkendali dengan baik.

Tags: Gus IpulMuhammadiyahNU
SendShareShare
Abe

Abe

Related Posts

Insan Abdirohman, selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementrian Kebudayaan RI
Nasional

Bersama Bakorwil III Malang, Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemnbud RI Akan Merayakan Hari Keris Nasional 2026

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
73
Dok. Humas SMKN 8 Kota Malang
Berita Sekolah

Prestasi Gemilang! SMKN 8 Kota Malang Raih Juara di LKS Dikmen Jatim ke-XXXIV

by Abe
10 April 2026
149
Dok. Bakorwil III
Nasional

Asep Kusdinar: Kunci Prestasi Bakorwil III Malang adalah Akuntabilitas Anggaran

by Wahyu Eko Setiawan
9 April 2026
40
Keren! Baru Berusia 8 Tahun, CEO Cilik Asal Malang Ini Sukses Luncurkan Kudapan Sehat “BloomBite”
Bisnis

Keren! Baru Berusia 8 Tahun, CEO Cilik Asal Malang Ini Sukses Luncurkan Kudapan Sehat “BloomBite”

by Sam Idoeb
5 April 2026
71
Bakorwil III Malang Siap Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Keris Nasional 2026
Seni Budaya

Bakorwil III Malang Siap Jadi Tuan Rumah Perayaan Hari Keris Nasional 2026

by Kontributor
4 April 2026
78

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

19 April 2026
28
Insan Abdirohman, selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementrian Kebudayaan RI

Bersama Bakorwil III Malang, Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemnbud RI Akan Merayakan Hari Keris Nasional 2026

13 April 2026
73
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Malang Kota Musproh

13 April 2026
53
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

13 April 2026
137
RUMPIA Puskesmas Rampal Celaket

RUMPIA Puskesmas Rampal Celaket, Inovasi Layanan Kesehatan Cepat dan Humanis di Kota Malang

11 April 2026
24

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema