Malang, SeputarMalang.Com – Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menorehkan catatan emas sepanjang tahun 2025. Rentetan prestasi berbasis kerja nyata berhasil diraih, membuktikan bahwa dedikasi tinggi dan inovasi menjadi napas utama organisasi perangkat daerah (OPD) ini.
Di bawah komando Asep Kusdinar, S.Hut., M.H., Bakorwil III Malang sukses memborong dua penghargaan sekaligus dalam ajang Inovasi Teknologi (Inotek) Award 2025, khususnya pada kategori Inovasi Khusus Milenial.
“Kami dan tim tidak menyia-nyiakan waktu. Fokus kami hanya bekerja ikhlas untuk melayani masyarakat di seluruh wilayah kerja Bakorwil III Malang,” tegas Asep saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Dalam ajang Inotek yang diikuti berbagai lembaga bergengsi tersebut, karya inovatif Bakorwil III Malang berhasil mencuri perhatian dewan juri. Dua terobosan unggulan yang diganjar penghargaan adalah:
Terinovatif III: “INFUS CARE” – Sebuah transformasi digital di sektor kesehatan yang dirancang untuk efisiensi pemantauan medis secara real-time.
TOP 15: “Artiknesia” – Platform Art Commerce yang didedikasikan untuk memberdayakan seniman lokal agar mampu bersaing di pasar digital global.
“Kami bangga Artiknesia dan INFUS CARE mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Ini langkah nyata kami dalam mendorong digitalisasi ekonomi kreatif dan peningkatan kualitas layanan publik berbasis teknologi,” ujar pria kelahiran Sumedang tersebut.
Sapu Bersih Penghargaan Tata Kelola
Tak berhenti di situ, Bakorwil III Malang juga menunjukkan taringnya dalam tata kelola pemerintahan.
Dalam ajang Penganugerahan Penghargaan Pelayanan Publik, Akuntabilitas Kinerja, Zona Integritas, dan Budaya Kerja Tahun 2025 di Grand City Convention Center, Surabaya, mereka menyapu bersih empat kategori utama.
Penghargaan yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur tersebut meliputi:
* Predikat A (PRIMA) untuk Indeks Pelayanan Publik.
* Predikat AA dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
* Predikat SANGAT BAIK untuk implementasi Budaya Kerja (CETTAR).
* * Predikat SANGAT PAHAM dalam Penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).
Asep menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah garis finish melainkan bahan bakar untuk terus berinovasi. Ia menggarisbawahi bahwa semua prestasi ini berakar pada kedisiplinan administratif.
“Semua ini hanya bisa terwujud karena kami fokus pada tata kelola anggaran yang akuntabel. Kami pastikan setiap rupiah dikelola sesuai aturan, tanpa celah penyimpangan. Prestasi adalah buah dari kerja keras dan integritas seluruh tim,” pungkasnya. (adv/has)










