Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Bangsa Indonesia Tidak Boleh Kehilangan Motivasi untuk Menjadi Lebih Baik

Abe by Abe
5 Oktober 2017
A A
0
0
SHARES
61
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Kota Malang, SeputarMalang.Com  –  Kemajemukan dan kebhinekaan yang dimiliki Bangsa Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan dijaga. Saat ini, tugas Bangsa Indonesia bukan lagi memperjuangkan kebhinekaan tetapi merawatnya.

“Kebutuhan merawat kebhinekaan menjadi sangat penting, karena  tantangan dan dinamika saat ini semakin kuat ke depannya,” kata Drs. H. Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jatim, saat menjadi narasumber di acara Seminar Nasional Merajut Kebhinekaan, Meneguhkan Karakter Ke-Indonesiaan di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Kamis (5/10/2017).

Tantangan dan dinamika yang dihadapi Bangsa Indonesia ini tidak main-main. Ada tiga dinamika yang dinilainya sangat menantang. Pertama, pilihan sejarah untuk menjalani demokrasi menghasilkan dinamika kebangsaan yang unik. Dengan berdemokrasi, maka kebebasan, partisipasi dan kompetisi berkembang. Konsekuensinya, perjalanan kebangsaan selalu ditandai dengan “kegaduhan”. “Kegaduhan itu bukan penyakit tapi harus dikelola,” terang Gus Ipul, sapaan lekat Wagub Jatim.

Yang kedua, adanya penegasan identitas kelompok. Dalam demokrasi, semua pihak punya peluang untuk mengartikulasikan diri secara leluasa. Demokrasi membuat hubungan antar golongan atau antar kelompok menjadi lebih dinamis sekaligus mengundang potensi ketegangan dan konflik. Untuk itu, potensi konflik ini harus dijadikan energi positif untuk saling bersatu. “Dinamika ini bisa menimbulkan sikap saling bermusuhan dan intoleran, ujungnya bisa menimbulkan perpecahan,” kata Gus Ipul.

Sementara ketiga, dalam setiap bangsa yang berdemokrasi akan selalu ada kompetisi, dimana ada yang menang dan kalah. Hal ini punya konsekuensi serius jika tidak terkelola dengan baik. Dalam demokrasi, selalu ada potensi pemenang mengabaikan bahkan menyingkirkan yang kalah. Sebaliknya, yang kalah tak mau berbesar hati menerima kemenangan pihak lain sehingga terus-menerus mengganggu kelangsungan harmoni.

Ketiga dinamika kebangsaan itu, lanjut Gus Ipul, sangat terasa hari-hari ini. Bila hal ini dibiarkan, Indonesia dalam ancaman bahaya yang tidak main-main. Untuk itu menjadi kewajiban bersama tanpa kecuali untuk membuat Indonesia menang menghadapi ancaman bahaya itu. “Kita harus menangkan demokrasi sekaligus memenangkan Indonesia,” tegas Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang pesimis terhadap masa depan Indonesia. Bahkan, berpikiran dan berpendapat bahwa Indonesia akan tercerai berai dan terpecah belah. Gus Ipul mengibaratkan Indonesia seperti sebuah kapal besar, dimana masyarakat menjadi penumpang bukan lagi penonton. Untuk itu, ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk selalu optimis terhadap kemajuan dan perubahan Indonesia untuk menjadi lebih baik. “Hanya optimisme yang boleh ada dalam kamus kita,” tegas Gus Ipul.

Diakhir sambutannya, Gus Ipul juga mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak mudah putus asa. Sebagai bangsa yang bhinneka, kita tak boleh kehilangan harapan terutama dalam menghadapi dinamika kebangsaan yang menantang. Sebab, dengan terus memiliki harapan maka kita akan selalu berikhtiar. “Kita boleh saja kehilangan apapun tapi tidak boleh kehilangan harapan,” pesan Gus Ipul.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Prof. Mahfud MD mengatakan, Bangsa Indonesia tidak boleh kehilangan motivasi untuk menjadi lebih baik. Bangsa Indonesia harus membangun harapan-harapan. Selain itu, harus dipikirkan pula bagaimana membangun bangsa Indonesia yang lebih berkarakter dan solid.

Menurutnya, ada beberapa perspektif seperti restorative justice dimana hukum lebih berfungsi untuk menyelesaikan konflik. Selain itu, Indonesia punya karakter kuat yakni karakter maritim, yakni budaya egaliter. Hal ini bertentangan dengan karakter kontinental yang lebih menguasai dan imperalistik. “Untuk itu kita harus kembali ke jati diri kita ke budaya maritim,” pungkas Mahfud.

Tags: Gus IpulKampus MalangUM
SendShareShare
Abe

Abe

Related Posts

Unira Malang Turut Inisiasi Gerakan Desa Maju dan Mandiri Kemendes
Agenda Kampus

Unira Malang dan UNIQSAAS Malaysia Perkuat Jaringan Ilmu Islam Serantau

by Kontributor
4 November 2026
60
Dok. SMC Pro
Kota Malang

IPHI Kota Malang Punya 27 Profesor, Apa Gebrakan Pengurus Barunya?

by Abe
24 September 2026
167
Seremonial Penutupan KKN-T 2026, Asta Pesona Desanesia
Berita Kampus

Penutupan KKN-T 2026 Unira Malang Hadirkan Festival Film Dokumenter Desa

by Kontributor
2 September 2026
57
Dok. Tim PKM Unira Malang
Berita Kampus

Unira Malang Dorong Petani Blitar Terapkan Zero Waste Farming Berbasis Melon

by Kontributor
19 Agustus 2026
39
Dok. SMC Proo
Jatim

Kepala Bakorwil Malang: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pemerataan Pendidikan

by Kontributor
18 Agustus 2026
151

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Sumber: en.wikipedia.org/wiki/OceanGate

Krisis Energi dan Etika Peradaban: Belajar dari Nusantara dan Persia

8 November 2026
12
Marketplace Guru

Refleksi dari Ruang Kelas: Nilai Sama dengan Masalah yang Berbeda

7 November 2026
35
kegiatan ekstra kurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Sekolah Rakyat Srigonco, Investasi Pendidikan dan Penggerak Ekonomi Daerah

7 November 2026
44
Mencari Harmoni dalam Kekacauan

Saat Motivasi Menjadi Perangkap: Mengapa Disiplin Harus Berada di Depan Keinginan?

7 November 2026
31
Meritokrasi dalam Demokrasi

Demonstrasi atau Sandiwara? Fenomena Mahasiswa Palsu di Balik Aksi Unjuk Rasa

6 November 2026
22

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema