Malang, SeputarMalang.Com – Tim Rabbani FC berhasil meraih gelar juara pertama dalam Turnamen Ramadan yang diselenggarakan oleh Malang City Football Academy (MCFA) 2026. Kompetisi ini berlangsung di Lapangan Luar Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Jumat (6/3/2026).
Turnamen ini diikuti oleh tujuh tim kategori usia 10 tahun (kelahiran 2016) dari wilayah Malang Raya dan Pasuruan. Ketujuh tim tersebut adalah Putra Dewa, MH Soccer, Jaguar Muda, Nusantara Indonesia, Pasuruan United, Rabbani FC, dan Castindo FA. Meski sempat diguyur hujan gerimis di awal laga, seluruh rangkaian pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal.
Jalannya Kompetisi
Rabbani FC mencatatkan hasil positif dengan menyelesaikan lima pertandingan tanpa kekalahan, mulai dari fase grup hingga babak final. Di partai puncak, Rabbani FC menghadapi tantangan dari Jaguar Muda dalam pertandingan yang berlangsung ketat sebelum akhirnya memastikan posisi pertama.

Adapun urutan pemenang dalam turnamen ini adalah:
- Juara 1: Rabbani FC
- Juara 2: Jaguar Muda
- Juara 3: Pasuruan United
- Juara 4: Castindo FA

Pelatih Rabbani FC, Eko Bayu, mengapresiasi penampilan anak asuhnya yang dinilai mampu bermain tenang di bawah tekanan babak final. “Anak-anak bisa bermain lepas. Wasit juga menjalankan tugas dengan sportif dan fair play. Ini turnamen yang bagus bagi pembinaan anak-anak,” ujarnya.
Fokus pada Pembinaan Usia Dini
Gelaran ini disupervisi langsung oleh mantan wasit nasional, Muhlis Tajudin, dan pelatih nasional, Gabriella Bella. Muhlis menjelaskan bahwa Turnamen Ramadan MCFA bertujuan sebagai sarana pembinaan sepak bola grassroots (akar rumput) untuk meningkatkan aspek fisik dan mental pemain muda.
“Meskipun tujuannya adalah kegembiraan bermain bola bagi anak-anak, pengelolaan turnamen ini dilakukan secara serius agar mereka mendapatkan pengalaman bertanding yang baik,” kata Muhlis, yang juga merupakan koordinator Sepak Bola Malang Legends.
Dukungan Berbagai Pihak
Kelancaran acara ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, serta tim medis dari Relawan Es Teh Anget yang bersiaga di pinggir lapangan.
Gabriella Bella, yang bertindak sebagai Match Commissioner, menekankan pentingnya kolaborasi antara pelatih, orang tua, dan panitia dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat. “Ke depan, format kompetisi seperti ini harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kecerdasan bermain dan attitude para pemain muda di Malang Raya,” pungkasnya.










