Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Dampak Kurikulum Merdeka bagi Pendidikan

Viona Dwi Puspitasari * || Dr. Eka Titi Andaryani, S.Pd., M.Pd **

Kontributor by Kontributor
4 Oktober 2023
A A
0
Tantangan

Tantangan

0
SHARES
3.6k
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Epidemi Covid-19 pada tahun 2020 membawa bencana besar yang berdampak pada seluruh dunia. Hampir setiap wilayah di suatu negara terkena dampak permasalahan di sektor kesehatan, termasuk sektor pendidikan. Indonesia mengalami kehilangan pembelajaran atau learning loss baik dalam bidang numerasi maupun dalam bidang literasi, yang merupakan dampak signifikan terhadap sistem pendidikan negara ini. Learning loss adalah hilangnya informasi dan keterampilan pada peserta didik yang disebabkan oleh berbagai sebab.

Menerapkan kurikulum merdeka adalah salah satu cara untuk mengurangi dampak kehilangan pembelajaran. Berdasarkan informasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yaitu Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa kurikulum merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang memiliki tujuan untuk memperkecil dampak learning loss akibat pandemi Covid-19.

Tantangan
Tantangan

Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk belajar sesuai dengan keinginannya dan mengikuti perkembangan zaman , selanjutnya peserta didik akan semakin bersemangat dan lebih aktif di dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu kurikulum Merdeka juga mendorong peserta didik memiliki kreativitas untuk menciptakan hal yang baru dan nantinya dalam belajar dapat melatih kemandirian peserta didik . Sehingga potensi dan minat peserta didik untuk belajar juga dapat meningkat dengan baik sesuai dengan kebutuhannya.Ini luar biasa, bukan? Lalu yang terlintas dalam pikiran adalah apa dampak kurikulum merdeka ini? Dan apakah itu berhasil?

Banyak lembaga pendidikan di Indonesia yang telah menerapkan kurikulum merdeka . Pihak-pihak yang terlibat tentu akan merasakan dampak dari penerapan mekanisme baru tersebut. Peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya semuanya merasakan dampak dari penerapan kurikulum merdeka ini. Dampak yang dirasakan, yaitu dampak positif dan dampak negatif.

Peserta didik melaporkan peningkatan dalam pembelajaran mereka sebagai salah satu dampak positif. Kurikulum merdeka memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dan karakter yang baik dengan memberikan keleluasaan kepada pesertya didik untuk menemukan dan mengekspresikan minat belajar mereka. Selain itu, keterlibatan dan keaktifan peserta didik dalam pendidikan dipengaruhi oleh kurikulum independen ini. Tujuan akademik tertentu yang hanya dicatat dan ditetapkan oleh kurikulum akan menjadi tantangan bagi peserta didik untuk mencapainya. Hal ini disebabkan karena kurikulum merdeka ini lebih menekankan pada target numerik, sehingga sering kali membuat peserta didik merasa terlalu terbebani. Namun pada kurikulum merdeka ini, peserta didik tidak hanya berkonsentrasi pada angka saja, sebaliknya mereka memiliki kesempatan untuk mengkaji topik lain seperti karakter, proses berpikir, dan proses pengambilan keputusan yang akan membantu mereka dalam jangka waktu yang panjang menjadi manusia yang dibutuhkan untuk masyarakat, bangsa dan negara.

Dari sudut pandang pendidik, kurikulum merdeka ini memiliki kaitan yang baik dengan tumbuhnya potensi pendidik dan Platform Merdeka Mengajar(PMM). Hal ini ditunjukkan dengan adanya Program Guru Penggerak(PGP) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga tercipta guru-guru yang berkompeten yang mampu menciptakan dan memelihara kurikulum merdeka yang baik dan lebih baik lagi. Meskipun kurikulum merdeka memiliki banyak keunggulan, ada sejumlah faktor lain yang dapat menimbulkan tantangan. Kurikulum ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk peserta didik yang mempunyai semangat luar biasa untuk belajar, rasa ingin tahu dalam belajar, dan pemahaman yang cukup untuk menimba ilmu dalam berbagai mata pelajaran, sehingga memungkinkan mereka memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas. Namun, program ini akan membebani peserta didik yang kurang memiliki semangat atau kesulitan memahami materi. Tugas lintas pelajaran akan membuat peserta didik tidak nyaman, bahkan mungkin mereka tidak ingin mengerjakannya. Memang cukup menantang untuk membangkitkan minat dan semangat peserta didik dalam belajar, namun para tenaga dan bahkan penyelenggara pendidikan harus mampu menghadapi tantangan ini dan menyelesaikan dengan mencari solusi.

Profil Pelajar Pancasila mencakup enam dimensi: 1) Keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan akhlak mulia; 2) kemandirian; 3) gotong royong; 4) keragaman global; 5) penalaran kritis; dan 6) kreatif. Dengan kurikulum Merdeka, pembelajaran akan menjadi lebih berkualitas atau bermakna untuk mencapai Profil Pelajar Pancasila tersebut.

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mempunyai alokasi waktu belajar tersendiri merupakan cara untuk menguatkan karakter siswa dalam kurikulum merdeka. Sifat yang dikembangkan dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila antara lain semangat toleransi, kemandirian, dan gotong royong. Siswa dapat menyelidiki, memahami, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan bantuan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Berdasarkan penjelasan di atas terlihat jelas bahwa setiap kurikulum yang dirancang, dikembangkan, dan diterapkan oleh manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, kita harus senantiasa mengkaji, memahami, dan beradaptasi dengan apa yang dimaksud dalam suatu kurikulum. Tentunya ada hal-hal bermanfaat yang dikomunikasikan karena kurikulum benar-benar dikembangkan untuk kepentingan generasi muda negeri ini, dan diharapkan ke depannya mampu membawa kemajuan baik bagi bangsa maupun negara Indonesia.

* Mahasiswa PGSD UNNES

** Dosen Pengembangan Kurikulum SD, PGSD UNNES

Tags: Kurikulum MerdekaUniversitas Negeri SemarangUnnes
SendShareShare
Kontributor

Kontributor

Related Posts

Sosialisasi Halal dan Thoyib kepada Sekolah dan Madrasah dibawah Naungan LP Maarif Kabupaten Malang
Berita Kampus

Dorong Sertifikasi Halal di Sekolah dan Madrasah, LPH Unira Malang Gandeng LP Ma’arif Kabupaten Malang

by Kontributor
19 April 2026
112
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
43
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
83
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
157
Dok. Humas SMKN 8 Kota Malang
Berita Sekolah

Prestasi Gemilang! SMKN 8 Kota Malang Raih Juara di LKS Dikmen Jatim ke-XXXIV

by Abe
10 April 2026
182

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Bunda Naik Kelas Membangun Ekosistem Wirausaha Digital Indonesia Dimulai di Kota Malang

Bunda Naik Kelas Membangun Ekosistem Wirausaha Digital Indonesia Dimulai di Kota Malang

15 Mei 2026
27
Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

28 April 2026
26
Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
178
MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

26 April 2026
42
Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

26 April 2026
45

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema