Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Si Juhan dan Tantangan Parsel Lebaran

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
11 Februari 2026
A A
0
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

0
SHARES
62
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Si Juhan adalah nama Maskot Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Nama Si Juhan adalah akronim dari Si Jurnalis Handal. Yang diwujudkan dengan Ikon Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) berpakaian tradisional masyarakat Baduy. Dengan membawa Pena, Buku Catatan dan Tas Koja. Mengenakan ikat kepala (Lomar/ Udeng) khas Baduy sebagai simbol penghormatan kepada akar tradisional, nilai-nilai keluhuran dan integritas moralitas yang dijunjung setinggi-tingginya (kepala).

Pemilihan Ikon Badak Jawa ini tentu sangat menarik untuk kita renungkan bersama. Badak Jawa adalah hewan endemik yang sangat dilindungi. Sangat langka keberadaannya. Bahkan hampir punah. Populasi aslinya di Ujung Kulon sangat langka. Berbagai upaya pelestarian dan perkembang biakannya, terus dilakukan. Itulah kenapa Badak Jawa menjadi simbol dari ketangguhan dan ketahanan survival kehidupan.  Si Juhan ini hampir sama dengan Badak Jawa. Sama-sama langka. Sama-sama hampir punah. Termasuk sama-sama tangguh. Dan sama-sama mempunyai ketahanan survival kehidupan yang tinggi.

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Si Juhan (Si Jurnalis Handal) saat ini sudah sangat langka? Kenapa? Pasti kita semuanya dengan mudah menemukan jawabannya. Bahkan orang-orang yang berprofesi di luar jurnalistik pun, pasti dengan mudah menemukan jawabannya. Saya jadi teringat seorang kawan yang berprofesi sebagai Pengacara di Kota Malang, yang pernah mengatakan, “Jurnalis Handal hampir punah karena selalu kalah dengan Parsel Lebaran.” Memang agak satir realitanya. Benarkah demikian? Ah, kita sama-sama tahulah. Tidak perlu dituliskan dengan sejelas-jelasnya.

Seorang Jurnalis Handal, sudah pasti mempunyai daya nalar yang kritis, obyektif dan profesional. Termasuk mempunyai kemampuan untuk menerima kritikan dari siapapun. Serta berani melakukan otokritik yang keras terhadap dirinya sendiri. Jadi, tidak akan berpikir reaksioner. Juga tidak bertindak gegabah. Hingga berani menguji pemikiran dan kesimpulannya sendiri. Serta selalu berani berpihak kepada kebenaran, dan membela siapapun yang tertindas. Agar benar-benar mampu menjadi seorang Jurnalis Handal (Si Juhan). Idealisme, hati nurani dan jiwanya tidak akan pernah diperjual belikan demi “Parsel Lebaran”.

Lebih dalam lagi menghayati, Si Juhan ini mengenakan pakaian adat masyarakat Baduy. Lengkap dengan seluruh “Pusaka” keluhurannya. Yaitu Lomar/ Udeng (Ikat Kepala) dan Tas Koja. Sebuah Pusaka yang berwujud Ikat Kepala (Lomar/ Udeng), bagi seluruh suku-suku yang ada di penjuru Nusantara, bahkan seluruh wilayah Asia Raya, merupakan simbol keluhuran dan kemuliaan yang dijunjung setinggi-tingginya. Yang diletakkan di atas kepala. Ikat Kepala tersebut simbol penyertaan nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan hidup, yang selalu diwariskan dari generasi ke generasi sepanjang jaman. Pada saat tertentu, Ikat Kepala bagi suku-suku di seluruh Asia Raya, merupakan pakaian wajib untuk menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Mendoakan seluruh arwah para tetua serta leluhur yang terdahulu.

Si Juhan yang mengenakan Ikat Kepala/ Lomar Baduy, sesungguhnya menjadi perwujudan perilaku sehari-sehari yang wajib bagi seorang Jurnalis Handal. Bahwa setiap perilaku, perkataan, pemikiran dan perbuatannya sehari-hari, wajib menjungjung tinggi nilai-nilai keluhuran dan kemuliaan hidup. Wajib menyembah dan tunduk kepada Hukum Tuhan Yang Maha Kuasa. Sehingga, Si Juhan tidak boleh berperilaku yang menyimpang dari ajaran-ajaran keluhuran dan nilai-nilai kemuliaan hidup. Tidak boleh melanggar Hukum Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka, setiap Si Juhan ini mulai tergoda oleh Tantangan Parsel Lebaran, dia harus segera sadar bahwa dirinya sedang mengenakan Ikat Kepala (Lomar/ Udeng), yang juga menjadi simbol pengendalian pola pikir. Siapapun yang berhasil mengendalikan pola pikirnya, maka sesungguhnya dia akan selalu menjauhi ketersesatan dalam bertindak dan berperilaku.

Pakaian tradisional masyarakat Baduy yang dikenakan oleh Si Juhan, adalah simbol kesederhanaan. Sikap hidup yang bersahaja. Bukan hanya sekedar kepura-puraan menjadi biasa, hanya untuk pencitraan atau menutupi niat jahat. Si Juhan memang harus apa adanya. Tidak berlebihan, tetapi juga tidak merendahkan diri sendiri. Pakaian ini tidak mempunyai banyak kantong/ saku. Tetapi dilengkapi dengan Tas Koja. Yang merupakan simbol wadah untuk menampung kebutuhan secukupnya. Tidak membawa apapun berlebihan. Termasuk tidak menumpuk-numpuk berbagai hal yang tidak dibutuhkan. Membawa segala sesuatu sesuatu kebutuhan secukupnya. Termasuk tidak perlu menumpuk-numpuk harta benda apapun. Juga tidak perlu menumpuk-numpuk Parsel Lebaran. Kalaupun butuh, terima saja Parsel Lebaran secukupnya kebutuhan. Tidak perlu berlebihan.

Yang paling utama, tentu Si Juhan WAJIB membawa Pena dan Buku Catatan. Ini adalah senjata utama bagi Si Juhan. Pena bisa lebih tajam dari Pedang. Bahkan, hasil tulisan dari sebuah Pena, bisa lebih berbahaya daripada Peluru. Karena sebuah tulisan yang terlahir dari Pena Si Juhan, bisa menembus jutaan kepala manusia yang membaca tulisannya. Sebuah Buku yang dibawa oleh Si Juhan, bisa menjadi Perisai Sakti bagi Si Juhan. Juga bisa menjadi Gudang Amunisi berupa coretan-coretan tulisan yang berisi Ide, Gagasan, Pemikiran, Data, Analisa dan lain-lainnya. Bahkan dengan Pena dan Buku, yang sudah berisi karya tulis dari Si Juhan, bisa membuat namanya abadi sepanjang jaman. Verba Volent, Scripta Manent.

Hari Pers Nasional (HPN) 2026 ini memang harus kita rayakan semeriah-meriahnya. Apalagi Tema Utamanya adalah Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat. Maka, dengan merayakannya bersama semeriah-meriahnya, semoga bisa benar-benar menjadi doa bersama, agar terwujud Pers yang benar-benar Sehat, Ekonomi yang benar-benar Berdaulat dan Bangsa Indonesia yang benar-benar Kuat. Termasuk kuat dari Godaan Parsel Lebaran yang berlebih-lebihan diterimanya.

Bersatulah Si Juhan!

Panjang Umur Si Juhan!

Hidup Mulia atau Mati Syahid.

Yakin Usaha Sampai.

Selamat Merayakan Hari Pers Nasional 2026 bersama Si Juhan

Tags: Hari Pers NasionalHPNWES
SendShareShare
Wahyu Eko Setiawan

Wahyu Eko Setiawan

Pendiri Sekolah Pancasila Pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung Kepala Biro Riset Komunikasi Publik Javasatu Penulis Buku Biografi Media Massa Strategist & Analist Kontak: 081 333 444 571

Related Posts

Leadership
Opini

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

by Abdillah
16 Juni 2026
89
Puasa sebagai Aktivasi Nyawiji
Opini

Spiritualitas Jawa, Idul Kurban, dan Tradisi Sufistik

by Abdillah
26 Mei 2026
54
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
61
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
101
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
188

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Seminar Pemberdayaan Psikologis, Prodi Psikologi dan LPPM Unira Malang

Sukses KKN Berawal dari Kesiapan Mental, Prodi Psikologi dan LPPM Unira Malang Hadirkan Guru Besar Psikologi UINSA

9 Juli 2026
11
Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar, Ajak Sekolah Bangun Branding Positif dan Budaya Bermedia Sosial yang Beretika

Kepala Bakorwil Malang Asep Kusdinar, Ajak Sekolah Bangun Branding Positif dan Budaya Bermedia Sosial yang Beretika

1 Juli 2026
29
Asep Kusdinar Mendampingi Gubernur Jawa Timur dalam Kunjungan Kerja ke BBIB Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026)

Kepala Bakorwil Malang: Inovasi BBIB Singosari Jadi Kunci Percepatan Swasembada Daging Nasional

29 Juni 2026
15
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

26 Juni 2026
23
Leadership

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

16 Juni 2026
89

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema