Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Begandring Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang

No Leader, Just Together

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
29 Desember 2021
A A
0
Begandring Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang

Begandring KEK Malang

0
SHARES
76
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

Kota Malang, SeputarMalang.Com – Beberapa anggota KEK (Komite Ekonomi Kreatif) Kota Malang, Rabu (29/12/2021) mengadakan acara begandring di Kedai Saptawikrama Bantaran Indah No. 18 Kota Malang. Selama empat jam, banyak hal yang dibahas secara serius ala Arek Malang. Mulai membahas Malang Creative Center (MCC), Kayu Tangan Heritage, Road Map Ekonomi Kreatif, Planning Big Data Base untuk memperkuat Go To The Future of Kota Malang Smart City, Kanonisasi Osiker.com dan lain-lainnya.

Begandring KEK Malang

Hadir dalam acara begandring tersebut diantaranya adalah Sailendra (Kepala Diskopindag Kota Malang), Mbak Niska (Diskopindag Kota Malang), Vicky (Malang Creative Fusion/ MCF), Djatmiko Wak Jo (Ketua Komite Kebudayaan/ K3M Kota Malang), Bobby The Moon (Ketua Dewan Kesenian Kota Malang/ DKM), Dadik Chang Merah (UTERO), Taufiq Hotbottles (Podcast Naik Angkot), Leo Tani Maju, Faris Montis Youtuber, Amar Alphabet (Profile Image), dan masih banyak yang lainnya.

Semua hal yang sedang dibahas, dibedah dengan menggunakan metode “Lima Sudut Perspektif”, yaitu: Regulasi, Aktivasi, Empowerment, Agitasi dan Konservasi. Tentu saja, pasti terjadi saling silang pemikiran yang sangat tajam. Tapi hal tersebut tidak dipandang sebagai upaya untuk saling memuaskan ego masing-masing. Tapi justru dipandang sebagai sebuah upaya untuk melahirkan, merancang dan merangkai solusi-solusi yang revolusioner guna membangun masa depan Kota Malang melalui Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kota Malang.

Memang tujuan utama dari acara begandring tersebut tidak untuk menghasilkan keputusan atau kesepakatan bersama. Tapi setidaknya merupakan sebuah upaya “saling setem” dan menyamakan frekwensi, untuk komitmen bekerja bersama-sama membangun Kota Malang melalui Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kota Malang. Selain itu, acara begandring juga bisa memperkuat rumusan skema kolaborasi, sinergi dan akselerasi yang hendak dijalankan ke depannya. Sambil “memaksa” untuk menurunkan ego dan mengabaikan kepentingan individu/ pribadi masing-masing. Fokus utamanya adalah membangun Kota Malang bersama-sama melalui penguatan berbagai daya dukung Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kota Malang.

Ke depan, arus digitalisasi pada semua bidang kehidupan dipastikan semakin kuat dan pesat. Ini memang sudah menjadi gelombang jaman. Tidak ada satupun entitas yang sanggup menahan laju kepesatan arus perubahan jaman. Bahkan siapapun yang yang tidak bisa berselancar di arus perubahan jaman tersebut, pasti habis digilas dan sirna. Disrupsi-disrupsi semakin cepat bermunculan, bagai mengalahkan munculnya cendawan di musim hujan. Tata kehidupan, tata kelola pemerintahan, tata manajemen organisasi, tata usaha/ ekonomi, tata relasi sosial, tata pendidikan dan tata dinamika berkebudayaan, semua landskapnya berubah secara disruptif. Dengan menyadari semuanya tersebut, kita tentu sangat membutuhkan solusi-solusi yang inovatif, progresif dan revolusioner. Bahkan solusi paling disruptif sekalipun, harus segera kita rumuskan dan kerjakan bersama-sama.

Misalanya, apa yang disampaikan oleh Djatmiko Wak Jo, sebagai Ketua Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M), yang menyampaikan satu pemikiran sederhana namun sangat strategis untuk membangun masa depan Kota Malang lebih “Berseni & Berkebudayaan”. Pemikirannya adalah: Bagaimana nasib (baca: peran pasif atau aktif) masa depan seniman dan budayawan di Kota Malang dikaji dengan menggunakan metode “Lima Sudut Perspektif”, yaitu: Regulasi, Aktivasi, Empowerment, Agitasi dan Konservasi? Dalam hal ini, Djatmiko Wak Jo juga memproyeksikan pemikirannya dengan Locus Sanctuary pada Kayu Tangan Heritage dan Malang Creative Center (MCC). Serta mengarahkannya pada Kanonisasi Osiker.com sebagai Big Data Base Seniman dan Budayawan, baik melalui akun Private/ Incognito maupun All In Group.

Ternyata, acara begandring selama empat jam ini, tidak cukup untuk membahas semuanya secara lebih detail dan mendalam. Acara begandring harus terpaksa diakhiri pukul 19.15 WIB, karena hendak nobar Final AFF Timnas Indonesia vs Thailand. Memang, ke depan masih sangat dibutuhkan acara begandring yang bisa langsung dihadiri oleh Kepala Dinas/ OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, serta mengundang para Think Thanker dan Agregator. No Leader, Just Together!

Tags: Ekonomi KreatifKEK Kota Malang
SendShareShare
Wahyu Eko Setiawan

Wahyu Eko Setiawan

Pendiri Sekolah Pancasila Pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung Kepala Biro Riset Komunikasi Publik Javasatu Penulis Buku Biografi Media Massa Strategist & Analist Kontak: 081 333 444 571

Related Posts

Dok. SMC Pro
Opini

Melampaui Dikotomi: Pendidikan Islam Adalah Pendidikan Ruhani

by Kontributor
22 Oktober 2026
86
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

AMOR FATI

by Wahyu Eko Setiawan
13 Oktober 2026
10
Dok. SMCPro
Opini

Menyoal Bisnis Militer dan Supremasi Sipil

by Abdillah
5 Oktober 2026
122
Dok. SMC Pro
Jatim

Malang Raya Megapolitan: Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

by Kontributor
4 Agustus 2026
61
Gagasan Malang Raya Megapolitan, dari Ego Wilayah Menuju Tata Kelola Kolaboratif
Opini

Gagasan Malang Raya Megapolitan, dari Ego Wilayah Menuju Tata Kelola Kolaboratif

by Abdillah
23 Juli 2026
62

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dok. SMC Pro

Melampaui Dikotomi: Pendidikan Islam Adalah Pendidikan Ruhani

22 Oktober 2026
86
Tim Kerja TosanAji.id bersama Muhammad Ali Yasin di Kantor Yayasan Insan Mutia

OBASINDO Memperkuat Daya Dukung Program Prioritas dan Direktif Presiden RI Dalam Lingkup Kementrian Kebudayaan

13 Oktober 2026
28
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

AMOR FATI

13 Oktober 2026
10
Dok. SMCPro

Potensi Desa dan Ketahanan Pangan Jadi Kunci Akselerasi Pembangunan Jawa Timur

9 Oktober 2026
11
Dok. SMCPro

Menyoal Bisnis Militer dan Supremasi Sipil

5 Oktober 2026
122

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema