Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Pemerintah atau Pelayan?

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
27 Februari 2026
A A
0
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

0
SHARES
58
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Semakin hari, kita semakin melihat beraneka ragam tingkah pola pejabat pemerintah yang sangat kental watak feodalismenya. Anti kritik. Sewenang-wenang. Tidak mau dikoreksi. Selalu meminta dipatuhi. Fasilitas mewah. Kesana kemari harus selalu mendapatkan uang, tunjangan dan fasiltas yang berlebihan. Seolah pemerintah adalah pejabat atau kekuasaan yang selalu memberi perintah, yang menutup semua pintu pertanyaan, kritik, koreksi dan perbedaan pandangan. Apapun yang diperintahkan, wajib dipatuhi tanpa logika. Apapun yang dilakukan oleh pemerintah, tidak boleh dikoreksi dan dikritisi.

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Padahal, pemerintah sejatinya adalah pelayan rakyat. Tugas utamanya adalah melayani kepentingan dan hajat hidup rakyat. Bukan melayani kepentingan dan jhajat hidup pejabat pemerintah. Fokus utama pemerintah adalah kesejahteraan hidup rakyat. Bukan malah fokus pada kesejahteraan hidup para pejabat yang semakin bermewah-mewah dengan segala tunjangan dan fasilitasnya. Patut diduga, dengan istilah nama “Pemerintah”, mungkin para pejabat semakin lupa bahwa sesungguhnya mereka adalah para pelayan bagi rakyat. Kekuasaan mereka karena diberikan mandat oleh pemerintah.

SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Jika para pejabat pemerintah semakin lupa diri, dan semakin mengabaikan tugas utamanya untuk fokus pada kepentingan dan hajat rakyat, maka sebaiknya mereka diingatkan kembali. Cara mengingatkan yang baik, mungkin sudah waktunya kata “Pemerintah” diganti dengan kata “Pelayan”. Jadi, yang ada nantinya adalah Pelayan Pusat, bukan Pemerintah Pusat. Yang ada nanti adalah Pelayan Daerah (Pelda), bukan lagi Pemerintah Daerah (Pemda). Misal, Pelayan Kabupaten/ Kota (Pelkab/ Pelkot). Bukan Pemerintah Kabupaten/ Kota (Pemkab/ Pemkot). Pelayan Provinsi (Pelprov), bukan lagi Pemerintah Provinsi (Pemprov). Jadi sangat jelas spiritnya: Pelayan/ Melayani. Bukan lagi Pemerintah atau Pemberi Perintah.

Nama adalah Doa. Atau nama bisa menjadi Tujuan. Sehingga, menjadi sangat jelas, bahwa Pelayan adalah bertujuan untuk melayani. Jika nama adalah doa, maka dengan menggunakan kata Pelayan, berarti doanya adalah untuk menjadi pelayan. Apakah pelayan ini bukan suatu pekerjaan yang mulia? Tentu sangat lebih mulia, daripada Pemerintah. Pelayan Tuhan, Pelayan Masyarakat, Pelayan Sosial, Pelayan Warung, dan semuanya, mempunyai nilai-nilai kemulian hidup. Bahkan dalam semua kitab suci dan ajaran keluhuran, tingkatan paling tinggi seorang manusia adalah ketika dirinya mampu menjadi pelayan bagi mahkluk hidup dan lingkungan alamnya. Dengan demikian, dirinya juga sudah menjadi Pelayan Tuhan.

Namun, kata “Pemerintah” sudah sangat jelas mempunyai makna yang jauh dari nilai-nilai kemulian dan keluhuran hidup. Kata Pemerintah justru sangat lekat dengan “kekuasaan” yang cenderung menempel sifat-sifat kesombongan, arogansi dan menciptakan hirarki absolut. Yang sangat berpotensi melahirkan kesewang-wenangan, perilaku koruptif dan manipulatif. Semakin tinggi jabatan yang ada di Pemerintah, maka pasti semakin tinggi potensi godaannya untuk memunculkan sifat-sifat kesombongan, arogansi, kesewenang-wenangan serta melahirkan perilaku yang koruptif dan manipulatif. Dengan demikian, kita semuanya bisa semakin sadar bahwa penggunaan kata “Pemerintah” harus semakin dihindari.

Apakah kita bersama bisa merubah dari kata “Pemerintah” menjadi kata “Pelayan” dalam tata kelola negara kita? Tentu sangat bisa! Bukankah di dunia ini yang tidak bisa dirubah hanya Kitab Suci saja? Hukum dan peraturan/ perundang-undangan, masih sangat bisa dirubah. Jika kita sebagai rakyat, sebagai pemilik sah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bergerak bersama dengan penuh kesadaran, maka kita pasti bisa mewujudkan Pelayan Negara. Bukan Pemerintah Negara. Kita pasti bisa punya Pelayan Daerah, bukan lagi Pemerintah Daerah. Sepenuhnya kekuasaan ada di tangan rakyat. Siapapun yang menjadi pejabat, sesungguhnya adalah Pelayan Rakyat. Bukan lagi menjadi Pemerintah Rakyat.

Jadi, kelak semuanya akan berganti menjadi Tata Kelola Pelayanan Negara. Bukan Tata Kelola Pemerintahan Negara. Berubah menjadi Undang-Undang Pelayanan Negara. Bukan lagi Undang-Undang Pemerintahan Negara. Termasuk menjadi Peraturan Pelayanan, bukan lagi Peraturan Pemerintah. Juga menjadi Kepetusaan Pelayanan, bukan lagi Keputusan Pemerintah. Jelas hidup jiwa dan semangat untuk selalu melayani, bukan lagi menjadi pemerintah atau pemberi perintah. Dengan demikian, jika para Pejabat Pelayanan Negara hendak meminta berbagai gaji, tunjangan dan fasilitas yang berlebihan, pasti dirinya akan merasakan rasa malu. Pelayan kok minta bermewah-mewah? Pelayan kok minta difasilitasi berlebihan?

Jadi, apakah kita sepakat kalau kata “Pemerintah” sebaiknya segera diganti dengan kata “Pelayan” untuk membangun masa depan NKRI? Kalau sepakat, segera sebarkan pemikiran ini seluas-luasnya. Buat gerakan yang terstruktur, masif dan sitematis, untuk kita bersama-sama merubah kata “Pemerintah” menjadi kata “Pelayan” dalam berbagai struktur hirarki birokrasi NKRI. Dari atas sampai yang paling bawah. Merdeka!

Tags: ngopiniOpiniOpini SeputarMalangWES
SendShareShare
Wahyu Eko Setiawan

Wahyu Eko Setiawan

Pendiri Sekolah Pancasila Pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung Kepala Biro Riset Komunikasi Publik Javasatu Penulis Buku Biografi Media Massa Strategist & Analist Kontak: 081 333 444 571

Related Posts

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
46
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
133
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

14 Tahun SMC dan Jaringan Ghost Writer

by Wahyu Eko Setiawan
6 Maret 2026
27
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Mbrujul Kota Malang

by Wahyu Eko Setiawan
4 Maret 2026
20
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

K E M A N U S I A A N

by Wahyu Eko Setiawan
4 Maret 2026
17

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Insan Abdirohman, selaku Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementrian Kebudayaan RI

Bersama Bakorwil III Malang, Direktur Pengembangan Budaya Digital Kemnbud RI Akan Merayakan Hari Keris Nasional 2026

13 April 2026
64
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Malang Kota Musproh

13 April 2026
46
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

13 April 2026
133
RUMPIA Puskesmas Rampal Celaket

RUMPIA Puskesmas Rampal Celaket, Inovasi Layanan Kesehatan Cepat dan Humanis di Kota Malang

11 April 2026
16
Dok. Humas SMKN 8 Kota Malang

Prestasi Gemilang! SMKN 8 Kota Malang Raih Juara di LKS Dikmen Jatim ke-XXXIV

10 April 2026
142

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema