Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Pemerintah atau Pelayan?

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
27 Februari 2026
A A
0
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

0
SHARES
101
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Semakin hari, kita semakin melihat beraneka ragam tingkah pola pejabat pemerintah yang sangat kental watak feodalismenya. Anti kritik. Sewenang-wenang. Tidak mau dikoreksi. Selalu meminta dipatuhi. Fasilitas mewah. Kesana kemari harus selalu mendapatkan uang, tunjangan dan fasiltas yang berlebihan. Seolah pemerintah adalah pejabat atau kekuasaan yang selalu memberi perintah, yang menutup semua pintu pertanyaan, kritik, koreksi dan perbedaan pandangan. Apapun yang diperintahkan, wajib dipatuhi tanpa logika. Apapun yang dilakukan oleh pemerintah, tidak boleh dikoreksi dan dikritisi.

Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist

Padahal, pemerintah sejatinya adalah pelayan rakyat. Tugas utamanya adalah melayani kepentingan dan hajat hidup rakyat. Bukan melayani kepentingan dan jhajat hidup pejabat pemerintah. Fokus utama pemerintah adalah kesejahteraan hidup rakyat. Bukan malah fokus pada kesejahteraan hidup para pejabat yang semakin bermewah-mewah dengan segala tunjangan dan fasilitasnya. Patut diduga, dengan istilah nama “Pemerintah”, mungkin para pejabat semakin lupa bahwa sesungguhnya mereka adalah para pelayan bagi rakyat. Kekuasaan mereka karena diberikan mandat oleh pemerintah.

Jika para pejabat pemerintah semakin lupa diri, dan semakin mengabaikan tugas utamanya untuk fokus pada kepentingan dan hajat rakyat, maka sebaiknya mereka diingatkan kembali. Cara mengingatkan yang baik, mungkin sudah waktunya kata “Pemerintah” diganti dengan kata “Pelayan”. Jadi, yang ada nantinya adalah Pelayan Pusat, bukan Pemerintah Pusat. Yang ada nanti adalah Pelayan Daerah (Pelda), bukan lagi Pemerintah Daerah (Pemda). Misal, Pelayan Kabupaten/ Kota (Pelkab/ Pelkot). Bukan Pemerintah Kabupaten/ Kota (Pemkab/ Pemkot). Pelayan Provinsi (Pelprov), bukan lagi Pemerintah Provinsi (Pemprov). Jadi sangat jelas spiritnya: Pelayan/ Melayani. Bukan lagi Pemerintah atau Pemberi Perintah.

Nama adalah Doa. Atau nama bisa menjadi Tujuan. Sehingga, menjadi sangat jelas, bahwa Pelayan adalah bertujuan untuk melayani. Jika nama adalah doa, maka dengan menggunakan kata Pelayan, berarti doanya adalah untuk menjadi pelayan. Apakah pelayan ini bukan suatu pekerjaan yang mulia? Tentu sangat lebih mulia, daripada Pemerintah. Pelayan Tuhan, Pelayan Masyarakat, Pelayan Sosial, Pelayan Warung, dan semuanya, mempunyai nilai-nilai kemulian hidup. Bahkan dalam semua kitab suci dan ajaran keluhuran, tingkatan paling tinggi seorang manusia adalah ketika dirinya mampu menjadi pelayan bagi mahkluk hidup dan lingkungan alamnya. Dengan demikian, dirinya juga sudah menjadi Pelayan Tuhan.

Namun, kata “Pemerintah” sudah sangat jelas mempunyai makna yang jauh dari nilai-nilai kemulian dan keluhuran hidup. Kata Pemerintah justru sangat lekat dengan “kekuasaan” yang cenderung menempel sifat-sifat kesombongan, arogansi dan menciptakan hirarki absolut. Yang sangat berpotensi melahirkan kesewang-wenangan, perilaku koruptif dan manipulatif. Semakin tinggi jabatan yang ada di Pemerintah, maka pasti semakin tinggi potensi godaannya untuk memunculkan sifat-sifat kesombongan, arogansi, kesewenang-wenangan serta melahirkan perilaku yang koruptif dan manipulatif. Dengan demikian, kita semuanya bisa semakin sadar bahwa penggunaan kata “Pemerintah” harus semakin dihindari.

Apakah kita bersama bisa merubah dari kata “Pemerintah” menjadi kata “Pelayan” dalam tata kelola negara kita? Tentu sangat bisa! Bukankah di dunia ini yang tidak bisa dirubah hanya Kitab Suci saja? Hukum dan peraturan/ perundang-undangan, masih sangat bisa dirubah. Jika kita sebagai rakyat, sebagai pemilik sah Negara Kesatuan Republik Indonesia, bergerak bersama dengan penuh kesadaran, maka kita pasti bisa mewujudkan Pelayan Negara. Bukan Pemerintah Negara. Kita pasti bisa punya Pelayan Daerah, bukan lagi Pemerintah Daerah. Sepenuhnya kekuasaan ada di tangan rakyat. Siapapun yang menjadi pejabat, sesungguhnya adalah Pelayan Rakyat. Bukan lagi menjadi Pemerintah Rakyat.

Jadi, kelak semuanya akan berganti menjadi Tata Kelola Pelayanan Negara. Bukan Tata Kelola Pemerintahan Negara. Berubah menjadi Undang-Undang Pelayanan Negara. Bukan lagi Undang-Undang Pemerintahan Negara. Termasuk menjadi Peraturan Pelayanan, bukan lagi Peraturan Pemerintah. Juga menjadi Kepetusaan Pelayanan, bukan lagi Keputusan Pemerintah. Jelas hidup jiwa dan semangat untuk selalu melayani, bukan lagi menjadi pemerintah atau pemberi perintah. Dengan demikian, jika para Pejabat Pelayanan Negara hendak meminta berbagai gaji, tunjangan dan fasilitas yang berlebihan, pasti dirinya akan merasakan rasa malu. Pelayan kok minta bermewah-mewah? Pelayan kok minta difasilitasi berlebihan?

Jadi, apakah kita sepakat kalau kata “Pemerintah” sebaiknya segera diganti dengan kata “Pelayan” untuk membangun masa depan NKRI? Kalau sepakat, segera sebarkan pemikiran ini seluas-luasnya. Buat gerakan yang terstruktur, masif dan sitematis, untuk kita bersama-sama merubah kata “Pemerintah” menjadi kata “Pelayan” dalam berbagai struktur hirarki birokrasi NKRI. Dari atas sampai yang paling bawah. Merdeka!

Tags: ngopiniOpiniOpini SeputarMalangWES
SendShareShare
Wahyu Eko Setiawan

Wahyu Eko Setiawan

Pendiri Sekolah Pancasila Pendiri Sekolah Budaya Tunggulwulung Kepala Biro Riset Komunikasi Publik Javasatu Penulis Buku Biografi Media Massa Strategist & Analist Kontak: 081 333 444 571

Related Posts

Dok. SMC Pro
Jatim

Malang Raya Megapolitan: Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

by Kontributor
4 Agustus 2026
22
Gagasan Malang Raya Megapolitan, dari Ego Wilayah Menuju Tata Kelola Kolaboratif
Opini

Gagasan Malang Raya Megapolitan, dari Ego Wilayah Menuju Tata Kelola Kolaboratif

by Abdillah
23 Juli 2026
30
Dok. Tim SeputarMalang
Opini

Final Antiklimaks – One Way Traffic

by Kontributor
20 Juli 2026
42
Leadership
Opini

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

by Abdillah
16 Juni 2026
95
Puasa sebagai Aktivasi Nyawiji
Opini

Spiritualitas Jawa, Idul Kurban, dan Tradisi Sufistik

by Abdillah
26 Mei 2026
57

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dok. SMC Pro

Kebangkitan Topeng Malang Jadi Energi Baru Ekonomi Kreatif dan Identitas Malang Raya

21 Agustus 2026
13
Dok. Tim PKM Unira Malang

Unira Malang Dorong Petani Blitar Terapkan Zero Waste Farming Berbasis Melon

19 Agustus 2026
16
Punakawan Merdeka

Punokawan Merdeka Hidupkan Kembali Ludruk sebagai Ruang Kritik dan Budaya

18 Agustus 2026
6
Dok. SMC Proo

Kepala Bakorwil Malang: Sekolah Rakyat Jadi Jalan Pemerataan Pendidikan

18 Agustus 2026
7
Unira Malang Serahkan ISYARA, Media pembelajaran untuk Anak Tuli

Unira Malang Serahkan ISYARA, Media Pembelajaran Digital untuk Anak Tuli di RQST Malang

16 Agustus 2026
58

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema