Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Final Antiklimaks – One Way Traffic

Catatan dan Puncak Final World Cup 2026

Kontributor by Kontributor
20 Juli 2026
A A
0
Dok. Tim SeputarMalang

Dok. Tim SeputarMalang

0
SHARES
5
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Partai Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina menjadi pertandingan antiklimaks turnamen sepakbola paling akbar sejagat itu. Spanyol menggunakan formasi ofensif 4-1-3-2 andalannya,  tanpa striker dan mengandalkan Lamine Yamal (Barcelona), Dani Olmo (Barcelona)   dan dibantu oleh gelandang serang Fabian Ruiz (PSG).

Argentina di bawah Lionel Scaloni menggunakan pola 4-4-2 atau formasi berlian dengan mengandalkan Julian Alvarez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), kadang dibantu Nicolaz Gonsalez (Juventus), Alexis Mac Allister (Liverpool), dll. Begitu pertandingan berjalan, Messi didorong agak ke belakang, karena serangan Spanyol benar-benar seperti gelombang.

Dok. Tim SeputarMalang
Suasana Nobar MancingMania dan Tim SeputarMalang

Pola permainan Spanyol sangat padu dan dahsyat, penguasaan bola nyaris tidak pernah lepas. Begitu satu orang kehilangan bola, teman yang paling dekat berusaha merebut bola. Teman lain di sebelah atau di belakangnya menjaga pemain Argentina atau berusaha memotong bola. Rencana permainan (game plan) Argentina benar-benar tidak berjalan sesuai rencana. Spanyol terlihat sangat mendominasi permainan. Para pemain mampu menguasai bola dengan tiki-taka andalannya, tidak hanya secara horizontal vertikal, atau memindahkan operan pendek dari belakang, lalu ke tengah, lalu berpindah ke depan, dan diakhiri tendangan ke arah gawang.

Statistik pertandingan dengan 20 vs 0 tendangan ke arah gawang telah menjelaskan hal itu semua. Pemain Argentina terlihat sangat frustrasi bahkan sering memancing provokasi pemain Spanyol. Ada 5 kartu kuning untuk Argentina dan 1 kartu merah atau 2 akulumasi kartu kuning untuk Enzo Fernandez (Chelsea) di akhir babak kedua.

Permainan yang sangat tidak berimbang sejak babak pertama benar-benar menjadi one-way traffic, setelah Argentina hanya bermain dengan 10 orang dan penyerang Julian Alvarez (Atletico Madrid) ditarik keluar dan memilih bertahan total. Argentina mampu menahan Spanyol hingga 90 menit waktu normal dan masa perpanjangan waktu babak pertama.

Pada babak kedua, gempuran Spanyol dilakukan sejak pluit wasit dibunyikan. Dalam suatu build-up serangan Spanyol pada menit pertama (106) itu, umpan terobosan ke sisi kanan gawang Emi Martinez (Aston Villa), bola yang nyaris keluar garis, diselamatkan atau disundul ke dalam oleh Nico Williams (Athletic Bilbao), lalu disambar oleh Ferran Torres (Barcelona), 1-0 untuk Spanyol.

Setelah ketinggalan satu gol, Argentina terlihat mulai berani keluar menyerang, memaksakan diri untuk membawa bola ke depan. Messi mulai berusaha membuka lebar lapangan, sehingga terlihat banyak ruang kosong dan terbuka. Akan tetapi, semua sudah terlalu terlambat, apalagi hanya dengan 10 orang pemain dan tidak ada sosok penyerang tulen yang haus gol. Bahkan, berhubung lapangan tengah Argentina sangat terbuka, Ferran Torres terlepas dari penjagaan, melakulan solo-run dan mencetak gol lagi. Akan tetapi, gol itu dianulir hakim garis yang menganggap Torres berada dalam posisi offside.

Pertandingan final antiklimaks yang cenderung one-way traffic itu hanya menghasilkan beberapa tendangan penjuru saja bagi Argentina. Total tendangan yang dilepaskan pemain Argentina hanya tercatat 3 kali. Total tendangan ke arah gawang tidak ada, alias 0.  Sekali lagi, pertandingan final Spanyol vs Argentina ini adalah antiklimaks, berbeda dengan perebutan medali perunggu Inggris vs Prancis yang menghasilkan 10 gol, dengan total skor 6-4 dan menghasilkan rekor baru Piala Dunia. Misalnya, Kylian Mbappe (Real Madrid) menciptakan 10 gol atau terbanyak pada Piala Dunia 2026, yang juga mencatatkan rekor 20 gol atau terbanyak  sepanjang sejarah Piala Dunia. Bukayo Saka (Arsenal) mencetak hattrick bagi Inggris, Jude Bellingham (Real.Madrid) mencetak 7 gol, dan Ousmane Dembele (PSG) mencetak 6 gol, bersama dengan Erling Haaland (Manchester City).

Selamat kepada Spanyol yang telah menjadi Juara Dunia kedua kalinya, setelah 16 tahun lalu di Afrika Selatan 2010. Pelatih Luis de la Fuente telah membawa Spanyol Juara Eropa 2024 dan Juara Dunia 2026 dengan kombinasi materi pemain muda dan pemain  senior berpengalaman. Tiga pemain Spanyol merebut penghargaan pemain terbaik: Kiper Unai Simon (Athletic Bilbao) sebagai Penjaga Gawang Terbaik mendapat hadiah Golden Gloves dengan hanya satu kebobolan, Rodri (Manchester City) mendapat hadiah Golden Ball sebagai Pemain Terbaik, dan Pau Cubarsi (Barcelona) sebagai Pemain Muda Terbaik.

Penulis: BA, Penikmat Sepak Bola dan Kuliner

Tags: World Cup 2026
SendShareShare
Kontributor

Kontributor

Related Posts

Leadership
Opini

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

by Abdillah
16 Juni 2026
90
Puasa sebagai Aktivasi Nyawiji
Opini

Spiritualitas Jawa, Idul Kurban, dan Tradisi Sufistik

by Abdillah
26 Mei 2026
54
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
67
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
102
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
191

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Dok. SMCPRO

Bakorwil Malang Perkuat Daya Saing UMKM Koridor Selatan Lewat Digitalisasi Produk

21 Juli 2026
2
Dok. Tim SeputarMalang

Final Antiklimaks – One Way Traffic

20 Juli 2026
5
Dok. Humas Unira Malang

Rektor Unira Berangkatkan Mahasiswa KKN Tematik 2026, Perkuat Ekosistem Delapan Desa Wisata Kabupaten Malang

20 Juli 2026
4
Dok. SMC Pro

Stunting Bukan Semata Urusan Dinas Kesehatan, Asep Dorong Gotong Royong Semua Pihak

14 Juli 2026
9
Dok. Bakorwil III Malang

Asep Kusdinar Dorong Komunitas Jadi Penggerak Sport Tourism Malang Raya

12 Juli 2026
6

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema