Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

Abdillah by Abdillah
16 Juni 2026
A A
0
Leadership

Leadership

0
SHARES
17
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Tahun Baru Hijriyah mengajak untuk menengok ke dalam diri. Tahun baru ini bukan sekadar pergantian angka dalam kalender atawa almanak, melainkan momentum perenungan tentang makna hijrah, perubahan, dan pembaruan kehidupan.

Sedikit flasback, Kalender Hijriyah bertitik awal dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

Secara historikal, hijrah saat itu merupakan peristiwa transformasi besar yang mengubah umat Islam dari komunitas kecil yang tertindas menjadi masyarakat yang mandiri, berdaya, dan mampu membangun tatanan sosial masyarakat madani.

Leadership
Leadership

Dari sejarah tersebut, mari mengambil makna hijrah sesungguhnya. Adalah melampaui konteks perpindahan geografis. Hijrah merupakan perpindahan cara berpikir, cara hidup, dan cara memandang masa depan.

Hijrah adalah keberanian meninggalkan keadaan yang buruk menuju keadaan yang lebih baik. Dus, hijrah berkaitan dengan perjuangan, pengorbanan, dan pembaruan diri.

Artinya, hijrah bukan sekadar soal ekspresi simbolik dan manifestasi keberagamaan yang dinampak-nampakkan, melainkan transformasi moral.

Sebagai ekspresi lahiran wa batinan upaya memetieskan narasi hoaks menuju literasi cerdas, mereduksi kemalasan menuju produktivitas, mencuaikan kebencian menuju kasih sayang, menghindari korupsi menuju kejujuran, memencilkan egoisme menuju kepedulian sosial.

Hijrah adalah perjalanan yang tidak pernah selesai. Entitas yang bukan tujuan, melainkan proses. Karena setiap manusia harus selalu berada dalam perjalanan menuju versi dirinya yang lebih baik.

Sebagaimana air yang terus mengalir mencari muara, demikian pula kehidupan manusia yang senantiasa bergerak menuju kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh Allah SWT.

Dan sejatinya, manusia dipandang sebagai makhluk yang harus selalu berada dalam perjalanan spiritual untuk menemukan jati diri dan mendekat kepada Sang Khalik.

Eling lan Waspada dan Kesadaran Perubahan

Dalam tradisi spiritual Jawa, prinsip menemukan jati diri ini dapat ditemukan dalam konsep eling lan waspada. Eling berarti kesadaran diri terhadap asal-usul, tujuan hidup, dan hubungan manusia dengan Sang Khalik. Sementara waspada berarti kemampuan membaca perubahan dan tantangan yang ada di sekitar.

Kedua nilai tersebut secara subtantif sejalan dengan prinsip manajemen strategis yang menuntut refleksi internal sekaligus kemampuan membaca lingkungan eksternal.

Karenanya, spiritualitas Jawa dan konsep hijrah (Islam) sama-sama mengajarkan pentingnya keseimbangan antara refleksi batin dan tindakan nyata dalam bentuk kata dan laku.

Di dunia modern, konsep hijrah memiliki relevansi yang kuat dengan teori perubahan, change management. Dalam ilmu manajemen, organisasi yang mampu bertahan bukanlah organisasi yang paling besar, melainkan yang paling adaptif terhadap perubahan lingkungan (Kotter, 1996). Pun demikian dalam konteks manajemen diri, self-management.

Pada era digital saat ini, tantangan perubahan hadir dalam bentuk yang berbeda. Revolusi teknologi, kecerdasan buatan, perubahan pola kerja, dan ketidakpastian ekonomi global menuntut individu maupun organisasi untuk terus beradaptasi.

Pada lingkungan sosial yang terdigitalisasi, tantangan terbesar era kecerdasan buatan dan otomasi bukanlah mengelola perubahan, melainkan mampu menciptakan perubahan itu sendiri.

Dalam konteks ini, spirit hijrah menjadi sungguh relevan. Karena hijrah membudayakan keberanian, meninggalkan pola lama yang tidak lagi efektif menuju cara baru yang lebih produktif dan bermakna.

Namun demikian, manajemen modern juga mengingatkan bahwa perubahan yang berhasil harus dimulai dari kesadaran internal. Dalam The 7 Habits of Highly Effective People, karya Stephen Covey (1989) menegaskan bahwa perubahan yang berkelanjutan berawal dari private victory sebelum menghasilkan public victory.

Gagasan ini selaras dengan sabdaNya dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Pesan langit tersebut menegaskan bahwa perubahan sosial dimulai dari perubahan diri sendiri. Dengan kata lain, hijrah merupakan proses self-management yang menjadi fondasi bagi perubahan yang lebih luas.

Bagi organisasi, institusi bisnis dan non-bisnis, komunitas, maupun individu, Tahun Baru Hijriyah dapat dimaknai sebagai momentum melakukan muhasabah. Sebagaimana institusi bisnis melakukan evaluasi tahunan terhadap capaian dan targetnya.

Momentum tahu baru hijriyah, sabagai vocal point untuk mengevaluasi perjalanan hidup. Apa yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau ditinggalkan. Dalam bahasa manajemen, proses ini dikenal sebagai continuous improvement, perbaikan berkelanjutan (Deming, 1986).

Makna hijrah tidak hanya relevan dalam ranah spiritual, tetapi juga dalam kehidupan profesional dan organisasi modern. Hijrah mengajarkan bahwa perubahan membutuhkan visi, keberanian, disiplin, dan komitmen.

Nilai inti dari hijrah adalah arketipe kehidupan manusia yang senantiasa bergerak menuju kesempurnaan yang hanya dimiliki oleh Allah SWT.

Nilai tersebut menjadi fondasi bagi individu yang tangguh, organisasi yang adaptif, dan masyarakat yang mampu menghadapi tantangan kehidupan masa depan tanpa kehilangan akar moral dan budaya. Akhirnya, Wallahu a’lam bish-shawab.

Tags: HijrahngopiniOpiniTahun Baru Islam
SendShareShare
Abdillah

Abdillah

Tinggal di Lereng Gunung Kawi Malang, penikmat kopi pahit. Aktivitas sehari-hari sebagai Dosen Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang. Motto Hidup: Urip kudu urup!

Related Posts

Puasa sebagai Aktivasi Nyawiji
Opini

Spiritualitas Jawa, Idul Kurban, dan Tradisi Sufistik

by Abdillah
26 Mei 2026
47
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
55
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
97
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
174
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

14 Tahun SMC dan Jaringan Ghost Writer

by Wahyu Eko Setiawan
6 Maret 2026
59

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Leadership

Hijrah sebagai Perjalanan Spiritualitas dan Perubahan Sosial

16 Juni 2026
17
Dok. Bakorwil Malang

Kepala Bakorwil Malang Dampingi Gubernur Jatim Sidak Pasar Klojen

29 Mei 2026
9
Puasa sebagai Aktivasi Nyawiji

Spiritualitas Jawa, Idul Kurban, dan Tradisi Sufistik

26 Mei 2026
47
Kepala Bakorwil Malang, Asep Kusdinar

Bakorwil Malang Perkuat Sinergi Pembangunan Kewilayahan Berkelanjutan melalui Green Forestry dan Green Economy

25 Mei 2026
20
Santripreneur Agro, PP An-Nur 1 Bululawang Kab. Malang

Kolaborasi PP An-Nur 1 dan Unira Malang Dorong Inovasi Pertanian Santri

23 Mei 2026
35

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema