Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Memanfaatkan Kesulitan: Pengendalian Proaktif dalam Menghadapi Krisis

Menghadapi Kesulitan adalah Bagian Tidak Terpisahkan dari Kehidupan dan Bisnis

Syahiduz Zaman by Syahiduz Zaman
16 Mei 2023
A A
0
Tantangan

Tantangan

0
SHARES
31
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Pada beberapa titik dalam hidup, kita semua dihadapkan pada situasi yang menakutkan dan sulit. Dalam saat-saat seperti itu, tanggapan spontan kita seringkali adalah panik. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh Joshua Margolis, Profesor Administrasi Bisnis di Harvard Business School, pendekatan yang lebih dipertimbangkan dan proaktif sering kali mengarah pada penyelesaian yang lebih sukses.

Margolis menyampaikan pengalaman pribadinya ketika mobilnya tergelincir di jalan yang licin dan kepanikan menyergapnya. Dia belajar dari pengalaman tersebut bahwa menjaga kepala dingin dan fokus dapat membantu menavigasi situasi yang sulit dengan lebih baik. Dia kemudian merenungkan bagaimana pengajaran ini dapat diterapkan pada dunia bisnis, terutama dalam menghadapi tantangan dan krisis.

Tantangan
Tantangan

Menurut Margolis, krisis seringkali memicu respons kontraproduktif dari banyak individu. Alih-alih mencari solusi, kita cenderung menyalahkan diri sendiri atau orang lain, dan berhenti mencari cara untuk memperbaiki situasi. Perilaku ini tidak hanya tidak membantu, tetapi juga dapat memperparah keadaan.

Untuk mengatasi tantangan ini, Margolis menyarankan beberapa alat yang dapat membantu individu dan manajer menghadapi kesulitan dengan cara yang lebih konstruktif. Salah satu saran utamanya adalah untuk menuliskan masalah yang dihadapi. Ini dapat membantu kita melihat masalah dengan lebih jelas dan merencanakan solusi yang lebih efektif. Dia juga menyarankan untuk melepaskan cengkeraman emosional kita terhadap masalah, dan mengusahakan pendekatan yang lebih positif dan proaktif.

Margolis juga mengidentifikasi empat dimensi yang penting dalam menangani kesulitan: Kontrol, Kepemilikan, Jangkauan, dan Ketahanan. Uraian empat dimensi ini adalah:

(1) Kontrol: Dimensi ini merujuk pada sejauh mana seseorang merasa mereka memiliki kendali atas situasi atau masalah yang dihadapi. Saat menghadapi kesulitan, penting untuk mengidentifikasi aspek-aspek mana dari situasi tersebut yang dapat kita kontrol dan mana yang tidak. Misalnya, kita mungkin tidak dapat mengendalikan kondisi ekonomi makro, tetapi kita mungkin dapat mengendalikan bagaimana kita merespons dengan menyesuaikan strategi bisnis atau alokasi sumber daya kita. Mengakui dan menerima batas kontrol kita dapat membantu kita fokus pada area yang paling berdampak dan mencegah kita merasa kewalahan.

(2) Kepemilikan: Kepemilikan berkaitan dengan sejauh mana kita merasa bertanggung jawab atas hasil. Ini melibatkan pengakuan bahwa tindakan dan keputusan kita memiliki konsekuensi, dan bahwa kita memiliki peran penting dalam menentukan hasil. Mengambil kepemilikan atas kesulitan dapat mendorong kita untuk bertindak lebih proaktif dan memastikan bahwa kita melakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi situasi tersebut.

(3) Jangkauan: Jangkauan merujuk pada sejauh mana kita melihat kesulitan mempengaruhi aspek lain dari kehidupan atau bisnis kita. Saat menghadapi kesulitan, penting untuk memahami bahwa setiap masalah biasanya memiliki dampak yang lebih luas. Misalnya, kesulitan keuangan di suatu perusahaan mungkin mempengaruhi hubungan dengan pelanggan, kinerja karyawan, dan reputasi merek. Dengan memahami jangkauan penuh dari dampak suatu masalah, kita dapat merencanakan strategi yang lebih efektif untuk mengatasinya.

(4) Ketahanan: Ketahanan merujuk pada kemampuan kita untuk pulih dan berkembang dari kesulitan. Ini adalah kemampuan untuk ‘bangkit kembali’ dan merespons secara positif terhadap stres atau trauma. Mengembangkan ketahanan melibatkan pembelajaran dari kesulitan, mengadaptasi cara kita berpikir dan bertindak, dan membangun keterampilan dan sumber daya yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Dengan mempertimbangkan empat dimensi ini – Kontrol, Kepemilikan, Jangkauan, dan Ketahanan – kita dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk mengatasi kesulitan, memaksimalkan peluang untuk belajar dan berkembang, dan meminimalkan dampak negatif.

SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Selain itu, Margolis menekankan pentingnya membantu orang lain melalui tantangan. Sebagai manajer atau pemimpin, kita harus berusaha untuk mendukung anggota tim kita dan membantu mereka mengembangkan kemampuan mereka sendiri untuk mengatasi kesulitan. Pendekatan ini tidak hanya memberdayakan individu, tetapi juga membangun tim yang lebih kuat dan tangguh.

Lebih lanjut, Margolis menekankan pentingnya merangkul kegagalan dan kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan sesuatu yang harus dihindari atau ditakuti. Dengan mendekati situasi sulit ini dengan cara yang lebih terbuka dan menerima, kita dapat belajar bagaimana beradaptasi dan mengatasinya, serta membangun keterampilan dan ketahanan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Pendekatan ini tidak hanya berlaku bagi individu tetapi juga organisasi secara keseluruhan. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan sering kali tidak pasti, perusahaan dan tim harus mampu menyesuaikan diri dan bertahan dalam menghadapi tantangan. Margolis menyarankan agar organisasi mendorong budaya di mana kesulitan dilihat sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan sebagai ancaman yang harus ditakuti atau dihindari.

Margolis juga membahas bagaimana manajer dapat membantu anggota tim mereka dalam menghadapi kesulitan. Banyak manajer cenderung memilih pendekatan yang lebih lembut, yang berfokus pada memberi dukungan dan hiburan, atau pendekatan yang lebih keras, yang menuntut tindakan langsung. Namun, Margolis menyarankan pendekatan yang lebih kolaboratif, di mana manajer membantu anggota tim mereka merenungkan solusi mereka sendiri. Dengan cara ini, manajer tidak hanya membantu anggota tim mereka mengatasi kesulitan saat ini, tetapi juga membantu mereka membangun keterampilan dan ketahanan untuk mengatasi tantangan di masa depan.

Kesimpulan

Pesan utama dari Margolis adalah bahwa menghadapi kesulitan adalah bagian tidak terpisahkan dari kehidupan dan bisnis. Daripada berusaha menghindarinya atau meresponsnya dengan panik, kita sebaiknya menghadapinya dengan kepala tegak, memanfaatkan setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan menjadi lebih kuat. Sementara cara ini mungkin tidak selalu mudah, dengan praktek dan pendekatan yang tepat, kita dapat membangun ketahanan yang diperlukan untuk mengatasi hampir setiap tantangan yang mungkin kita hadapi.

Tags: BisnisHarvardKewirausahaanMargolis
SendShareShare
Syahiduz Zaman

Syahiduz Zaman

Related Posts

Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
35
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
65
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
148
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

14 Tahun SMC dan Jaringan Ghost Writer

by Wahyu Eko Setiawan
6 Maret 2026
33
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Mbrujul Kota Malang

by Wahyu Eko Setiawan
4 Maret 2026
23

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

28 April 2026
8
Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
161
MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

26 April 2026
38
Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

26 April 2026
23
Semarak 500 Rampag Barong dan Atraksi Jaranan pada Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

TosanAji.id Dukung Perayaan Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

20 April 2026
10

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema