Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
  • Beranda
  • Balaikota
  • Pendidikan
  • Opini
  • Hotel dan Resto
  • Tentang
No Result
View All Result
Seputar Malang
No Result
View All Result
Home Opini

Aku Menyembah Bola dan Memperlakukannya seperti Tuhan

Fenomena Kecintaan Fans Sepak Bola

Ahmad Inung by Ahmad Inung
2 Oktober 2022
A A
0
Aku Menyembah Bola dan Memperlakukannya seperti Tuhan

Mas Prof Inung

0
SHARES
129
VIEWS
Bagi di WhatsappBagi di Facebook

SeputarMalang.Com – Dengan apa kita bisa menjelaskan kematian 127 (data sementara) penonton sepak bola pascakekalahan Arema saat melawan Persebaya? Seberapa dalam kekecewaan yang dirasakan oleh seseorang hingga sampai melakukan tindakan nekat yang berujung pada kematian massal? Seberapa kuat kesetiaan seorang fans kepada tim bolanya hingga batas dukungan kepadanya adalah titik darah penghabisan? Sekuat apa cinta seseorang kepada sebuah tim sepak bola hingga hidup dan mati dipertaruhkan untuknya?

Fenomena kecintaan fans terhadap tim sepak bola pujaannya telah banyak menjadi perenungan banyak pihak. Howard Cosell, seorang jurnalis olahraga dari Amerika Serikat, menulis buku dengan judul After All, is Football a Game or a Religion?. (Sesungguhnya, sepak bola itu permainan ataukah agama?). Pertanyaan yang sama sebetulnya telah dilontarkan banyak kalangan.

Mas Prof Inung

Sepak bola adalah olahraga yang mampu menyihir ratusan ribu manusia untuk merasangan ekstase bersama. Permainannya ibarat ritual massala di mana para penonton secara berjamaah merasakan keriangan dan kesedihan bersama. Para pemain dipuja bak seorang nabi, kisah hidupnya diikuti dan perilakunya diteladani. Fans klub bola lain dihadapi seperti jamaah agama lain. Jika ada yang menganggu, para fans ini akan berubah menjadi tentara yang siap mati untuk membelanya.

Diego Maradona, legenda sepak bola dari Argentina dengan tegas menyatakan bahwa “Football isn’t a game, nor a sport; It’s a religion” (Sepak bola bukanlah sebuah permainan, juga bukan sebuah olahraga; Sepakbola adalah agama). Dari Negara Latin lain yang dianggap sebagai sumber pemain bola dunia, Brazil, lahir seorang pemain bola legendaris bernama Pele, yang menyatakan, “Football is like a religion to me. I worship the ball and treat it like a god” (Sepak bola sudah seperti agama bagi saya. Saya menyembah bola dan memperlakukannya seperti tuhan”)

Terhadap tim pujaan, tak ada pilihan lan kecuali mencintai dan bersetia kepadanya dengan segala pengorbanan, bahkan kematian jika memang dibutuhkan. Sebegitunya sepak bola di masyarakat kita saat ini. Suatu kali Eric Cantona, salah seorang pemain bola legenda Manchester United menyatakan, “You can change your wife, your politics, your religion, but never, never can you change your favourite football team” (Kamu bias berganti istri, pilihan pilitik, bahkan agama, tapi kamu tidak akan pernah bisa berganti klub sepakbola favoritmu).

SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy SSB Malang Batu Wajib Merapat! Liga Grassroots 2026 Berhadiah Beasiswa STY Football Academy
ADVERTISEMENT

Karl Marx pernah menggambarkan agama sebagai candu yang meninabobokkan masyarakat (religion is the opium of the people). Seandanya Marx hidup kembali, saya ingin bertanya kepadanya: “Jika sepak bola adalah sebuah agama dan agama adalah sebuah candu, candu jenis apakah yang menggerakkan ribuan orang untuk melakukan kerusuhan dan kekerasan? Candu merk apakah yang membuat sebuah pertandingan sepak bola berakhir dengan kerusuhan dan ratusan orang meregang nyawa bergelimpangan?

Di ujung tulisan ini, kami ingin menyampaikan: “Dengan kepedihan mendalam, kami, keluarga besar UINSA Surabaya berbela sungkawa terhadap seluruh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Taka ada satu pun olahraga yang bisa dibenarkan atas jatuhnya sebuah korban jiwa. Biarlah Tuhan saja yang menjadi Tuhan, karena sepakbola bukanlah agama.

Tags: AremaInungKanjuruhan
SendShareShare
Ahmad Inung

Ahmad Inung

Related Posts

Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar
Sports

Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

by Sam Idoeb
27 April 2026
159
Abdillah U. Djawahir, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat, Malang
Opini

Keris pada Persimpangan Pusaka dan Investasi

by Abdillah
19 April 2026
35
Wahyu Eko Setiawan, SP.., Media Massa Strategist
Opini

Malang Kota Musproh

by Wahyu Eko Setiawan
13 April 2026
64
Vicky Arief Herinadharma - Praktisi Ekonomi Kreatif | Ketua Harian ICCN
MCC

MCC Bukan Beban APBD, Tapi Mesin Masa Depan Kota Kreatif Dunia

by Kontributor
13 April 2026
148
Coach Muhlis Tajudin menyerahkan piala juara 1 kepada Perseka Lumajang
Kota Malang

Perseka Lumajang dan ABSA Pasuruan, Tanding Pamungkas Final Turnamen Ramadan MCFA 2026

by Kontributor
9 Maret 2026
83

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

Pamerkan 28 Karya Upcycle dan Luncurkan Buku, Hotbottles Resmikan Komunitas Garbage Designer Malang

28 April 2026
8
Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

Mencari Bibit Srikandi Lapangan Hijau Malang: Turnamen Sepak Bola Putri U12 Piala Tugu Tirta 2026 Sukses Digelar

27 April 2026
159
MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

MCC: Beban APBD atau Investasi Masa Depan Malang? Ini Kata Praktisi Ekraf

26 April 2026
36
Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

Jamin Kepastian Tata Ruang, Bakorwil III Kawal Penegasan Batas Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

26 April 2026
23
Semarak 500 Rampag Barong dan Atraksi Jaranan pada Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

TosanAji.id Dukung Perayaan Hari Keris Nasional 2026 di Trenggalek

20 April 2026
10

Browse by Category

  • Agenda Even
  • Agenda Kampus
  • Agenda Sekolah
  • ASBF Malang Raya
  • Balaikota
  • Batu
  • Berita Kampus
  • Berita Sekolah
  • Bisnis
  • Blok
  • Blok Premium A
  • Blok Slider
  • Ekonomi
  • Hotel dan Resto
  • Jatim
  • Kab Malang
  • Kawan PMI
  • Kota Malang
  • Lifestyle
  • MCC
  • Nahdlatul Ulama
  • Nasional
  • Objek Wisata
  • Opini
  • Organisasi & Komunitas
  • Pekerja Migran Indonesia
  • Pelayanan Publik
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pendopo
  • Perbankan
  • Pilihan Redaksi
  • Properti
  • Seni Budaya
  • Seputar Halokes
  • Seputar Inklusi
  • Seputar Kampus
  • Sosial
  • Sosok
  • Sports
  • Travel
  • Uncategorized
  • Wisata
  • World
Seputar Malang

Situs Informasi dan Berita Seputar Malang Raya

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema

No Result
View All Result
  • Home
  • Kota Malang
  • Kab Malang
  • Pendidikan
  • Opini
  • Tentang

© 2026 Seputar Malang - Mengawal Bhumi Arema