SeputarMalang.Com – Pers Rilis bisa menjadi dokumen resmi yang dikeluarkan oleh individu, organisasi, perusahaan, lembaga, perguruan tinggi dan pihak lain-lainnya. Yang menyajikan informasi penting mengenani peristiwa/ even, pencapaian, prestasi, peluncuran produk, hingga berita lainnya yang sangat layak untuk diberitakan kepada publik seluas-luasnya. Yang disebarkan melalui berbagai platform media massa (online, radio, televisi dan lainnya).
Dokumen pers rilis ini bisa menjadi bahan baku utama yang terpercaya bagi jurnalis atau wartawan, untuk kemudian diolah menjadi berita/ informasi yang disebarkan melalui berbagai platform media massa. Oleh karena itu, pers rilis wajib berisi informasi penting yang disusun dengan format terstruktur, sistematis, informatif dan mudah dicerna. Termasuk pemilihan alternatif judul yang menarik, rumusan 5W+1H, hingga penyajian data-data yang memudahkan jurnalis, wartawan dan awak media massa untuk mengolahnya menjadi berita sebaik-baiknya.

Jika kita berhasil menyajikan pers rilis yang strategis, sebenarnya yang sedang kita bangun adalah Manajemen Reputasi. Bukan hanya sekedar menyebarkan informasi, menyajikan data, publikasi dan promosi semata-mata. Manajemen reputasi ini, juga sangat terkait erat dengan strategi membangun hubungan dengan berbagai jaringan media massa (Online dan Offline). Kenapa kita sangat membutuhkan strategi membangun hubungan dengan berbagai jaringan media massa?
Hubungan dengan berbagai media massa ini, seringkali sangat berguna ketika kita membutuhkan manajemen krisis. Misal, ketika kita sedang diterpa isu negatif dalam berbagai bentuknya. Maka, pers rilis yang strategis akan berfungsi untuk memberikan klarifikasi informasi, mengendalikan narasi di tengah isu negatif, hingga melindungi reputasi organisasi, individu dan instansi. Membangun reputasi yang baik, bisa memakan waktu yang sangat lama. Tetapi menghancurkan reputasi, bisa terjadi hanya dengan hitungan jam saja. Itulah kenapa Manajemen Reputasi sangat dibutuhkan. Kunci utamanya bisa menggunakan Pers Rilis yang strategis.
Di tengah era meluap-luapnya informasi yang disebarkan oleh berbagai platform media massa online, serta kemajuan teknologi yang pesat, yang seringkali menjadi alat untuk memudahkan penyebaran isu, wacana dan informasi, termasuk hoax serta deep fake, tentu sangat dibutuhkan strategi untuk menyusun pers rilis yang strategis dan powerful. Jadi, bukan hanya sekedar pemilihan konten/ isi pers rilis, termasuk juga harus memikirkan saluran/ kanal dalam penyebaran informasi, amplifikasi pesan hingga redudansi yang sistematis. Meluap-luapnya informasi atau berita, yang mudah disebarkan dan diakses setiap detik waktu dari manapun berada, jelas berpotensi untuk terjadinya saling tindih dan timbun pemberitaan. Di sinilah kekuatan pers rilis mendapatkan salah satu tantangan terbesarnya.
Dengan mengetahui kapan pers rilis berfungsi seperti jarum dan benang, yang mampu menjahit dan menyulam berbagai kepentingan untuk semakin memperkuat core reputation, maka kita bisa membangun kredibilitas unggul yang terpercaya bagi siapa saja. Bukan hanya sekedar mendapatkan eksposur dan visibilitas. Kita juga harus mengetahui kapan pers rilis berfungsi seperti jaring laba-laba, yang mampu menjadi jaring pengaman ketika krisis menerpa, sekaligus meluaskan daya jangkau pengaruh reputasi seluas-luasnya. Bukan hanya sekedar menjangkau audiens dan meningkatkan trafik kunjungan pengenalan semata-mata.
Lembaga pendidikan tinggi dimanapun berada, pasti mempunyai beraneka ragam informasi yang bisa menjadi bahan baku utama untuk menyajikan pers rilis yang strategis. Yang bisa menjadi kunci utama untuk membangun, memperkuat dan menyebarkan reputasi seluas-luasnya. Manajemen reputasi yang dibutuhkan oleh perguruan tinggi, tentu sangat berbeda strateginya dengan manajemen reputasi bagi perusahaan. Meskipun pada beberapa bagian, bisa mempunyai kesamaan struktur, skema dan tahapan.
Jika kita mengamati dengan seksama, banyak perguruan tinggi sulit berkembang reputasinya bukan karena tidak mempunyai kapasitas intelektual dan mutu pelayanan yang baik. Tetapi justru karena gagal menyajikan pers rilis strategis yang disebarkan melalui saluran/ kanal pemberitaan media massa yang tidak berdampak siginifikan. Sehingga, manajemen reputasi tidak berkembang. Bahkan cenderung mendistorsi kredibilitasnya sendiri. Tentu ini sangat berbahaya bagi masa depan perguruan tinggi. Itulah kenapa pers rilis wajib dijadikan kunci utama dalam membangun manajemen reputasi bagi perguruan tinggi.
Ketika masyarakat mempunyai asumsi dan persepsi yang keliru tentang reputasi sebuah perguruan tinggi, itu seringkali bukan karena masyarakat keliru membaca informasi dan berita yang diterimanya. Tetapi lebih sering disebabkan karena perguruan tinggi tersebut telah gagal dari awal ketika menyusun, menyajikan serta menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat seluas-luasnya. Sehingga, dampak yang mendistorsi dan merusak reputasinya, tidak bisa diantisipasi atau dihindari dengan sebaik-baiknya. Maka, berhati-hatilah dalam menyusun, menyajikan serta menyebarkan pers rilis dalam berbagai tantangan situasi dan kondisi yang dihadapi.









